๐Ÿ“… Rabu, 21 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
JPMorgan Proyeksikan Imbal Hasil Bitcoin 10% Kalahkan Saham dan Emas - Tapi Belum Masuk Portofolio Inti

JPMorgan Proyeksikan Imbal Hasil Bitcoin 10% Kalahkan Saham dan Emas - Tapi Belum Masuk Portofolio Inti

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

J.P. Morgan Asset Management memproyeksikan imbal hasil majemuk tahunan (compound annual return) Bitcoin sebesar 10% per tahun dalam cakrawala investasi 10 hingga 15 tahun ke depan. Proyeksi ini termuat dalam edisi ke-31 laporan tahunan bertajuk “2027 Long-Term Capital Market Assumptions” (LTCMA), yang untuk pertama kalinya menyertakan estimasi jangka panjang bagi Bitcoin. Saat laporan itu dipublikasikan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran level $82.000, sementara imbal hasil obligasi AS Treasury tenor 10-tahun bertahan di atas 5%.

Angka proyeksi 10% per tahun menempatkan Bitcoin di atas instrumen investasi konvensional lain dalam laporan yang sama. Sebagai pembanding, analis JPMorgan memproyeksikan saham berkapitalisasi besar AS menghasilkan 7,5% per tahun. Portofolio klasik 60/40 yang memadukan saham dan obligasi diperkirakan menghasilkan 7%, sedangkan estimasi imbal hasil emas dipatok pada level 5,5%.

Mengapa Belum Masuk Portofolio Utama

Meski memproyeksikan imbal hasil dua digit, JPMorgan menyertakan takaran risiko yang besar. Volatilitas tahunan Bitcoin dipatok di level 55%, jauh melampaui volatilitas tahunan emas yang berada di kisaran 17%. Akibat ayunan harga sebesar itu, rata-rata aritmatika tahunan Bitcoin sebenarnya mencapai 20,9% sebelum tergerus fluktuasi hingga menyisakan imbal hasil majemuk 10% per tahun.

Tingkat risiko itu menjadi dasar keputusan JPMorgan untuk belum memasukkan Bitcoin ke dalam matriks kovarians portofolio utamanya. Pihak bank menegaskan, kombinasi antara volatilitas ekstrem dan korelasi historis yang belum stabil membuat aset kripto ini belum memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam alokasi aset baku mereka.

Dokumen LTCMA 2027 juga menyinggung narasi yang sering beredar di pasar kripto. Analis JPMorgan menepis tesis bullish populer yang menyebut devaluasi mata uang fiat akan memicu peralihan massal ke aset digital. Bank investasi ini melabeli pandangan itu sebagai perkiraan yang melenceng jauh dari sasaran atau “wide of the mark”.

Sorotan Bitwise atas Asumsi Risiko

Keputusan JPMorgan memasukkan Bitcoin ke dalam laporan LTCMA langsung memicu tanggapan dari pelaku industri aset kripto. Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, menyambut masuknya Bitcoin ke dalam proyeksi jangka panjang bank investasi itu sebagai langkah penting bagi kelas aset ini.

Kendati demikian, Hougan memberikan catatan kritis terhadap parameter risiko yang digunakan JPMorgan. Ia menilai asumsi volatilitas tahunan 55% yang dipatok bank itu terlalu tinggi. Menurut Hougan, takaran risiko yang kelewat tinggi membuat proyeksi pengembalian Bitcoin cenderung konservatif.

Tiga Bank Terbesar Wall Street Kompak Lirik Tokenisasi - Tapi Belum Satupun Berani Buka Angka Pendapatan๐Ÿ“Œ Baca JugaTiga Bank Terbesar Wall Street Kompak Lirik Tokenisasi - Tapi Belum Satupun Berani Buka Angka Pendapatan

Kalkulasi JPMorgan ini memperlihatkan cara lembaga keuangan besar memperlakukan Bitcoin: potensi imbal hasil 10% per tahun memang melampaui saham dan emas, tetapi patokan volatilitas 55% menegaskan besarnya risiko yang harus ditanggung investor.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: BIS Sebut Stablecoin Mulai Gerus Deposito Bank - Kenaikan Bunga 0,01 Poin Terbukti Mampu Meredamnya


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share