Laporan kolaborasi Glassnode dan Bybit dengan data penutupan per 23 Agustus 2026 membongkar jurang lebar di pasar dua tahun terakhir: nilai Bitcoin naik 28%, sementara median altcoin berkapitalisasi menengah anjlok 74% pada periode yang sama.
Bahkan harga Ethereum hampir flat sepanjang rentang 24 bulan itu. Kondisi ini memperlihatkan betapa sempitnya konsentrasi keuntungan yang murni hanya berputar di puncak pasar. Arus masuk dana investasi mempertegas garis batas ini. ETF Bitcoin spot menarik arus bersih kumulatif sebesar $55,2 miliar, meninggalkan jauh ETF Ethereum yang baru mengumpulkan aliran $13,1 miliar.
Rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin - sering disebut pasar sebagai “altseason” - yang dulu rutin muncul setiap kali reli harga mulai matang, absen total pada siklus kali ini.
Leverage Menumpuk di Koin Spekulatif
Jurang antara Bitcoin dan koin lapis bawah tidak cuma terlihat dari lintasan harga, tapi juga dari profil risikonya. Indikator konsentrasi leverage mencerminkan pembagian yang terbelah. Open interest kontrak berjangka Bitcoin hanya mengambil porsi sekitar 2% dari total kapitalisasi pasarnya.
Bandingkan rasio itu dengan token spekulatif yang berukuran lebih kecil. Open interest untuk meme coin seperti PEPE menyentuh porsi 24% apabila disandingkan dengan kapitalisasi pasarnya. Beban spekulasi menumpuk jauh lebih berat di jajaran altcoin dibandingkan instrumen utama.
Sebagai pengingat konteks, laporan ini mencantumkan bahwa cakupan platform yang diamati Glassnode masih terbatas. Angka yang tersaji murni menggambarkan kondisi transaksi pada bursa yang mereka lacak, bukan cerminan pergerakan keseluruhan pasar kripto.
Skenario Berubah karena The Fed
Setelah 24 bulan masa suram bagi pemegang altcoin, sentimen makro menepis tren itu sesaat. Menyusul rilis proyeksi suku bunga The Fed yang dovish, Bitcoin melonjak melewati batas $80.000 pada kisaran tanggal 18 dan 19 September 2026.
๐ Baca JugaSaham Strategy Naik 47% dan Pimpin Nasdaq-100 - Tapi Portofolio Investor Masih Minus 55%
Pantulan Bitcoin menyeret naik total kapitalisasi pasar kripto sebesar 4,6% dalam tempo satu hari, membawa valuasi agregat menembus $2,85 triliun. Menariknya, pada fase reli kali ini beberapa altcoin berkapitalisasi besar melaju melampaui persentase kenaikan Bitcoin.
Solana membukukan kenaikan sekitar 10% dalam satu hari perdagangan. Pada waktu bersamaan, token utilitas lain seperti NEAR dan Uniswap mencetak lonjakan persentase yang jauh lebih tinggi.
Selama dua tahun ke belakang, menahan token lapis kedua identik dengan penurunan portofolio. Namun pantulan harga minggu lalu menyisakan pesan bagi trader: aliran modal masih sigap mengejar aset berisiko tinggi saat bank sentral mulai membuka keran likuiditas. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: CLARITY Act Kandas di Senat - Tapi Saham Strategy Malah Naik 13% Berkat Aksi Tunggal Regulator AS
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




