📅 Jumat, 24 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Bitget Rambah Selandia Baru dan Bersiap Masuk AS Tanpa Tunggu Aturan CLARITY Act

Bitget Rambah Selandia Baru dan Bersiap Masuk AS Tanpa Tunggu Aturan CLARITY Act

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bitget resmi mendaftarkan layanan keuangannya di Selandia Baru pada 23 Juli 2026, bersamaan dengan rencana masuk ke pasar Amerika Serikat tanpa menunggu kejelasan regulasi CLARITY Act. Langkah ini menandai ekspansi global yang agresif, meski bursa kripto ini baru saja menutup pintu bagi pengguna di Singapura.

Pendaftaran Baru di Selandia Baru dan Blokade Singapura

Pendaftaran Bitget di Selandia Baru tercatat dalam Financial Service Providers Register (FSPR) dan mencakup lima bidang usaha. Layanan itu meliputi pertukaran valas, transfer uang domestik serta lintas batas, kustodi aset klien, manajemen portofolio, hingga eksekusi produk keuangan dan valas. Bitget juga bergabung dengan skema penyelesaian sengketa Insurance and Financial Services Ombudsman (IFSO) untuk menjamin perlindungan nasabah.

Namun, status FSPR ini hanya menunjukkan pendaftaran administratif, bukan berarti Bitget telah mengantongi lisensi penuh atau berada di bawah regulasi ketat Selandia Baru. Di luar wilayah ini, Bitget memegang lisensi penyedia layanan aset digital (DASP) di El Salvador dan otorisasi dari FSCA Afrika Selatan. Kebijakan ini kontras dengan situasi di Asia Tenggara, di mana Bitget melarang total akses bagi pengguna asal Singapura terhitung sejak pengumuman resmi 22 Juli 2026 karena tidak memiliki lisensi di negara itu.

Rencana Tembus Pasar AS Tanpa CLARITY Act

Di tengah ketidakpastian regulasi kripto global, CEO Bitget Gracy Chen menegaskan bursa ini akan tetap merambah pasar Amerika Serikat. Bitget tidak akan menunggu keputusan Kongres terkait lolos atau tidaknya RUU CLARITY Act. Strateginya adalah mendirikan entitas lokal independen untuk memburu berbagai izin operasional di AS, seperti lisensi pengirim uang (money transmitter), izin perdagangan derivatif, hingga izin broker-dealer.

Rencana ekspansi ini didukung oleh performa kuat produk saham tokenisasi mereka. Produk rToken Bitget saat ini menawarkan eksposur ke lebih dari 500 saham perusahaan AS seperti Nvidia, Apple, Tesla, hingga SPY ETF. Selain itu, fitur Stock+ menyediakan akses ke lebih dari 10.000 saham AS dengan skema kepemilikan fraksional mulai dari 0,0001 saham.

Wall Street Ikuti Standar Kripto - Tiga Bursa Saham Utama Antre Izin Trading 24 Jam di Meja SEC📌 Baca JugaWall Street Ikuti Standar Kripto - Tiga Bursa Saham Utama Antre Izin Trading 24 Jam di Meja SEC

Produk saham tokenisasi ini bukan sekadar pelengkap. Aset ini menyumbang sekitar 20% hingga 30% dari total volume perdagangan spot Bitget pada kuartal lalu. Data internal menunjukkan bahwa 52% pengguna Bitget memegang aset kripto dan saham sekaligus, dengan total nilai aset saham tokenisasi di platform mencapai lebih dari $100 juta.

Bagi pelaku pasar, integrasi antara saham tradisional dan aset kripto yang ditawarkan Bitget menunjukkan tren hibridisasi industri keuangan yang kian nyata. Dengan lebih dari separuh pengguna platform yang aktif memegang kedua jenis aset ini, bursa kripto tidak lagi sekadar menjadi tempat menukar koin digital, melainkan mulai menggeser fungsi broker saham konvensional. Keberhasilan menembus pasar AS nantinya akan menjadi ujian apakah model bisnis ini bisa diterima di pusat keuangan dunia. Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share