BitMEX mengumumkan rencana penutupan platformnya pada 23 September 2026, tetapi mereka langsung menghadapi tuntutan hukum senilai 622,66 BTC di hari yang sama. BKX Services Inc. dan David Namdar resmi mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action) ke Pengadilan Distrik AS Distrik Selatan New York pada 24 Juli 2026. Keduanya mewakili nasabah Amerika Serikat yang membeli produk swap BTC sejak 23 Juli 2018.
Dalam berkas pengadilan, penggugat merinci kerugian yang mereka alami akibat praktik perusahaan. BKX kehilangan minimal 305,81 BTC, sementara Namdar kehilangan lebih dari 316,85 BTC. Mereka kini menuntut induk perusahaan, HDR Global Trading, untuk mengembalikan aset kripto yang ditahan sekaligus membayar ganti rugi kompensasi dan sanksi punitif.
Meja Trading Rahasia dan Server Beku
Inti gugatan ini berpusat pada tuduhan operasi internal perusahaan yang mengorbankan pengguna ritel. BitMEX dituduh memiliki meja trading internal yang bisa mengakses data privat nasabah. Meja ini dituding tetap leluasa bertransaksi di pasar saat server bursa sedang dibekukan. Ketika kondisi server beku, pengguna biasa terkurung, tidak bisa mengakses atau menutup posisi mereka.
BitMEX diketahui mengizinkan nasabah untuk memakai leverage hingga 100x. Penggugat menuding platform memicu likuidasi paksa terhadap aset pengguna meski nilai jaminannya masih bernilai dua kali lipat lebih besar dari kerugian posisi. Sisa BTC dari proses likuidasi paksa ini kemudian mengalir masuk ke dalam dana asuransi platform. Pola ini dituduh memberi BitMEX keuntungan langsung dari kerugian likuidasi pelanggan.
Kasus hukum semacam ini pernah menguji perusahaan di masa lalu. Pada tahun 2020, sekelompok nasabah yang dipimpin Brett Messieh dkk mengajukan gugatan dengan pola tuduhan serupa. Kasus lama ini berakhir tanpa kejelasan nasib pengembalian dana korban setelah ditarik sukarela pada 30 Juni 2025.
Menutup Pintu Sebelum Sidang Dibuka
Gugatan terbaru ini masuk ke meja pengadilan tepat di tengah rentetan jadwal penutupan bursa. Bersamaan dengan masuknya berkas gugatan, BitMEX resmi mengumumkan penutupan platform mereka pada 23 September 2026. Bursa ini langsung menghentikan pendaftaran untuk pengguna baru dan bersiap melarang pembukaan posisi baru mulai 26 Agustus 2026.
📌 Baca JugaVerus Ethereum Bridge Kebobolan $7,5 Juta - Retasan Kedua Sejak Mei Langsung Lari ke Tornado Cash
Tanda kemunduran ini sudah terlihat pada Juli 2026 saat platform menghapus 65 pasang trading sekaligus. Alasan dari pihak perusahaan saat itu adalah sepinya minat transaksi pasar. Pengumuman penutupan permanen ini akhirnya memukul sisa ekosistem mereka, membuat harga token asli bursa yakni BMEX jatuh 90% seketika.
Bagi mantan nasabah yang merasa dananya dilikuidasi paksa, tutupnya operasional platform membawa satu ujian waktu. Bisnis bursa ini mungkin segera bubar pada bulan September nanti, tapi pertarungan hukum untuk merebut kembali ratusan Bitcoin yang ditahan baru saja dimulai.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




