ETF Ethereum spot Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih selama sembilan sesi berturut-turut mulai 17 Agustus 2026, mengumpulkan total $1,42 miliar. Dari angka itu, BlackRock lewat produk ETHA menyerap bagian terbesar dengan mendominasi 72% dari seluruh arus masuk. Proporsi itu jauh melampaui pangsa normal mereka di kisaran 40-50% pada gelombang inflow pertama pertengahan 2025.
Data pelacakan Arkham menunjukkan $889,8 juta masuk ke ETHA pada delapan hari pertama. Tambahan di hari kesembilan langsung mendorong total kelolaan ETHA menembus batas $1 miliar sendirian. Penerbit lain juga mendapat bagian, seperti Fidelity FETH yang mencetak rekor harian $56,2 juta pada 28 Agustus, sementara BlackRock ETHB menambah $20,7 juta pada hari yang sama. Di sisi lain, Grayscale ETHE masih tertekan oleh arus keluar bersih akibat pemegang lama yang mencairkan aset pada nilai aktiva bersih (NAV).
Kekuatan Jaringan Distribusi iShares
Aliran dana ke BlackRock didukung oleh infrastruktur distribusi mereka melalui iShares yang melayani lebih dari 30.000 penasihat investasi terdaftar (RIA) di AS, lengkap dengan portofolio model otomatis. Keunggulan struktural ini tidak dimiliki oleh penerbit ETF pesaing.
Pemain perbankan tradisional makin mempertegas tren pelibatan institusi. Goldman Sachs baru saja sepakat mengakuisisi Neos Investments senilai hingga $2,25 miliar, yang akan menambah lini ETF opsi Bitcoin dan Ethereum mereka. Akuisisi itu menjadi sinyal bahwa bank besar mulai memandang distribusi ETF kripto sebagai sumber pendapatan baru.
Pemicu makro turut mendorong tren arus masuk. Pada 19 Agustus, Departemen Keuangan AS mengumumkan pelipatgandakan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang mulai 9 September. Kebijakan yang menekan imbal hasil dan melemahkan dolar ini kembali menghidupkan perdagangan yang bertaruh pada penurunan nilai mata uang. Sebelumnya, pidato bernada pelonggaran dari Ketua The Fed Warsh pada 11 Agustus juga menjadi pendorong awal.
Inflow Naik, Harga ETH Justru Lesu
Meski mencatat arus masuk sembilan hari beruntun, kinerja harga Ethereum tertinggal dibandingkan aset kripto lainnya. Pada periode yang sama, Bitcoin naik 15%. Beberapa altcoin mencetak kenaikan lebih tajam: XRP bertambah 50% dalam sepekan, ZEC naik 45%, dan token HYPE memecahkan rekor harga tertinggi baru di atas $86.
Max Shannon dari Bitwise Europe menilai rentetan aliran dana ETF didorong oleh kenaikan selera risiko lintas aset, bukan keyakinan spesifik bahwa Ethereum akan mengungguli kinerja pasar.
๐ Baca JugaEthereum Terjepit di Bawah $2.550 Menanti Short Squeeze - Sementara Inflasi AS Kerek Peluang Suku Bunga The Fed ke 44%
Tren masuknya modal kini menghadapi rintangan makro baru. Pidato The Fed di Jackson Hole pada 28 Agustus membawa data inflasi tahunan 3,7% dan 4,1% untuk rentang enam bulan. Laporan inflasi itu menggeser peluang kenaikan suku bunga ke level 56%, kondisi yang berpotensi memutus rentetan arus masuk ETF. Jika keran dana institusi benar-benar melambat, pasar Ethereum harus mencari sentimen positif organik agar tidak makin tertinggal dari deretan altcoin lain.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




