Blockstream resmi menolak membayar tebusan untuk memulihkan 598,5 BTC yang dikuasai pelaku eksploitasi Liquid Network per 11 September 2026. Keputusan perusahaan membuat aset senilai $47 juta tetap tertahan di tangan peretas yang menuntut bayaran langsung dari kantong pengembang.
Pembobolan bermula pada 6 September 2026 lalu. Hampir 4.000 BTC dengan nilai setara $320 juta saat kejadian ditarik paksa dari dompet federasi Liquid Network. Eksploitasi ini memanfaatkan celah cache-key collision yang ada pada logika verifikasi confidential transaction. Blockstream mengonfirmasi kunci federasi mereka aman dan tidak dikompromikan. Kerentanan justru berada di perangkat jaringan VPN yang dipakai tim untuk jalur akses pemeliharaan sistem.
Tuntutan 10 Persen dan Label White-Hat Gadungan
Sehari berselang pada 7 September, pelaku mengembalikan 3.400 BTC ke jaringan atau sekitar 85% dari total dana yang ditarik. Langkah pengembalian itu terjadi tak lama setelah Blockstream mengonfirmasi bridge nodes telah ditambal penuh. Pengembalian sebagian ini dipakai pelaku untuk mengklaim diri mereka sebagai white-hat. Tetapi sisa 598,5 BTC bernilai $47 juta tetap ditahan, dan pelaku menyertakan pesan tuntutan yang belakangan dipublikasikan oleh Samson Mow, CEO Jan3 sekaligus mantan CSO Blockstream, di media sosial.
Pelaku memaksa Blockstream membayar bounty 10% dari dana perusahaan sendiri. Kalau tuntutan ditolak, pelaku mengancam pemegang aset Liquid harus menanggung kerugian sebesar 15%. Blockstream merespons dengan menyebut taktik itu sebagai pencurian, bukan langkah pengungkapan masalah keamanan yang bertanggung jawab atau responsible disclosure.
Perusahaan bersikukuh tidak akan membayar karena tuntutan itu menciptakan preseden berbahaya. Memenuhi paksaan peretas berisiko mendorong pihak ketiga untuk memeras pengembang aplikasi open-source lain tiap kali kode mereka dieksploitasi.
Pembekuan Jaringan dan Pelacakan Forensik
Meski Liquid Network dipastikan sudah kembali memproduksi blok pasca pembaruan darurat, akses pengguna masih ditutup. Transaksi dan arus transfer BTC yang masuk maupun keluar jaringan dibekukan sepenuhnya.
๐ Baca JugaCelah SSO Brevo Jebol 138 Akun Klien - Namun Target Utamanya Justru 347 Ribu Pengguna Trezor
Blockstream kini bekerja sama dengan penegak hukum, bursa kripto, penyedia layanan, serta spesialis forensik untuk melacak pergerakan aset dan mengidentifikasi pelaku. Kasus ini menunjukkan batas tegas yang ditarik pengembang: menolak negosiasi dengan peretas, walau harga yang harus ditanggung sementara adalah puluhan juta dolar aset komunitas.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




