Peneliti gabungan dari Theta Labs, MultiVM Labs, Eigen Labs, Trail of Bits, StarkWare, dan Ethereum Foundation menerbitkan paper riset pada Rabu, 10 September 2026. Publikasi itu membeberkan penurunan kebutuhan sumber daya komputasi kuantum untuk menyerang secp256k1 - kurva eliptik yang mengamankan tanda tangan transaksi Bitcoin dan Ethereum. Lewat bantuan agen AI coding, para peserta riset memangkas beban kalkulasi sirkuit hingga 86%.
Hasil ini diperoleh dari kompetisi terbuka ECDSA.Fail yang diluncurkan Eigen Labs pada akhir Mei dengan melibatkan lebih dari 100 peserta. Selama kompetisi, agen AI digunakan untuk menghasilkan rancangan, mengimplementasikan kode, dan menguji perbaikan sirkuit berulang kali.
Kalkulasi Turun Jadi 1,496 Miliar
Tolak ukur efisiensi dihitung dari perkalian jumlah qubit logis dengan gate Toffoli. Semakin rendah nilai perkalian itu, semakin sedikit sumber daya komputasi kuantum yang dibutuhkan untuk melancarkan serangan di masa depan. Per 26 Juli, skor benchmark terpangkas dari 10,75 miliar menjadi 1,496 miliar.
Desain terdepan yang dirancang peserta membutuhkan 1.151 qubit logis dan sekitar 1,3 juta gate Toffoli. Skor ini berada di kisaran separuh dari benchmark Google Quantum AI pada Maret 2026, kendati perbedaan metode pengujian membuat kedua angka tidak bisa dibandingkan langsung.
Kunci Privat Belum Tersentuh
Kendati efisiensi sirkuit meningkat tajam, pengujian hanya memverifikasi kalkulasi matematis sirkuit, bukan membobol kunci privat Bitcoin di dunia nyata. Momen yang kerap disebut “Q-Day” - titik ketika komputer kuantum memiliki kekuatan komputasi yang cukup untuk mengeksekusi serangan penuh - masih belum dapat dipastikan kapan tiba.
Di sisi regulasi, National Institute of Standards and Technology (NIST) telah menetapkan standarisasi algoritma pengganti post-kuantum. Melalui draf IR 8547, NIST mengusulkan penghentian penggunaan algoritma kunci-publik klasik 112-bit setelah 2030 dan memberlakukan pelarangan penuh setelah 2035.
๐ Baca Juga95% Cadangan Lenyap - Liquid Network Cetak Blok Lagi Tapi Seluruh Transaksi Tetap Beku
Langkah antisipasi juga diperkuat lewat pendanaan industri. Pada Juli, Galaxy Digital berkomitmen menyalurkan hingga $5 juta untuk riset pertahanan kuantum. Selain itu, sembilan perusahaan termasuk BlackRock, Coinbase, dan Strategy mengalokasikan komitmen gabungan senilai $15 juta selama tiga tahun guna mendanai riset keamanan Bitcoin, termasuk penguatan benteng terhadap ancaman kuantum.
Bagi pelaku pasar kripto, kemajuan kalkulasi ini menjadi pengingat konkret bahwa persiapan migrasi algoritma perlu dimulai jauh sebelum komputer kuantum berdaya penuh benar-benar hadir.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Blockstream Tawar-Menawar Demi Sisa 600 BTC - Tapi Bos Ledger Menyebutnya Pemerasan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




