Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengusulkan perombakan aturan transfer agent. Melalui proposal ini, database elektronik termasuk distributed ledger atau blockchain diusulkan menjadi catatan resmi (master) kepemilikan saham perusahaan.
Selama ini, token on-chain belum memiliki status sebagai catatan legal final kepemilikan. Transfer agent atau pihak emiten tetap diwajibkan mengelola register terpisah di luar ekosistem blockchain, lalu kedua buku besar itu selalu direkonsiliasi setelah tiap transaksi berlangsung.
Bila proposal baru disahkan, blockchain yang memenuhi kualifikasi langsung bertindak sebagai sumber data tunggal. Para transfer agent mencatat setiap perubahan kepemilikan di dalam buku besar digital tanpa menduplikasi data. Chief Legal Officer Centrifuge Eli Cohen menyebut usulan ini berpotensi mereduksi model operasional dua langkah menjadi satu langkah.
Kontrol Kepatuhan di Level Aset
Joris Delanoue, CEO Fairmint yang memimpin entitas transfer agent on-chain terdaftar, menegaskan bahwa kontrol kepatuhan akan tetap tertanam langsung di struktur aset. Kontrol ini mencakup proses verifikasi identitas, penilaian kelayakan investor, hingga pembatasan ketat untuk menahan transfer ke dompet kripto tak terotorisasi.
Sistem pencatatan baru ini mengandalkan smart contract yang bertugas memblokir upaya transfer aset sebelum transaksi mencapai buku besar apabila persyaratan hukumnya belum terpenuhi.
Pangkas Waktu Proses Jadi Sehari
Waktu pemrosesan aksi korporasi tertentu yang biasanya memakan 3-5 hari kini berpeluang dipangkas menjadi sekitar satu hari saja lewat penggunaan catatan digital tunggal.
SEC belum menerbitkan persetujuan akhir atas proposal ini, dan aturan finalnya kelak tidak akan otomatis memberikan izin kepada semua jaringan blockchain atau struktur token untuk beroperasi sebagai pencatat resmi.
๐ Baca JugaAnt International, Visa, dan Mastercard Awasi Bot AI - Antisipasi Gelombang Belanja Otomatis $5 Triliun
Transfer agent tetap memikul tanggung jawab atas akurasi data kepemilikan saham di jaringan. Mereka memegang peran wajib dalam menangani pewarisan aset, merespons pemberitahuan hukum, serta memproses pembaruan data pasca kematian pemegang saham.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Mastercard Gandeng Anthropic untuk Agen Belanja AI - Dan Rutenya Terhubung ke Rel Stablecoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




