CFTC (Commodity Futures Trading Commission) baru saja menutup celah bagi platform prediction market yang mencoba tampil layaknya situs taruhan olahraga. Mengutip laporan Bloomberg pada 7 Agustus 2026, regulator federal ini menginstruksikan entitas terdaftar untuk mencopot format American-style gambling odds, seperti +150 atau -200, dari layar mereka.
Platform seperti Kalshi selama ini mematok harga kontrak antara $0 hingga $1 berdasarkan probabilitas tersirat - sebuah sistem yang sebenarnya berbeda dari sportsbook tradisional. Namun, aturan baru CFTC ini bisa memaksa para operator untuk mengkaji ulang cara mereka menampilkan harga kontrak dan mempromosikan produk olahraga. Regulator menegaskan bahwa event contracts tetap tunduk pada hukum derivatif AS, sehingga platform wajib menghindari praktik iklan yang menipu.
Bentrokan Aturan Federal dan Negara Bagian
Walau CFTC bersikeras mempertahankan yurisdiksi eksklusif atas pasar kontrak yang ditunjuk lewat Commodity Exchange Act, pejabat tingkat negara bagian menolak mundur. Mereka mengklaim bahwa kontrak terkait olahraga sama saja dengan taruhan, sehingga wajib tunduk pada lisensi judi lokal.
Perseteruan ini memuncak ketika 44 Jaksa Agung negara bagian maju bersama mendesak CFTC menarik lalu menulis ulang usulan aturan mengenai prediction market. Pengadilan federal Wisconsin ikut memperburuk posisi platform prediksi setelah menolak permintaan CFTC yang mencoba mencegah negara bagian menerapkan hukum judi mereka sendiri.
Siapa Saja yang Menyeret Kalshi ke Pengadilan?
Gempuran paling berat menghantam Kalshi dari New York. Jaksa Agung Letitia James resmi menggugat platform ini pada 31 Juli, menuntut ganti rugi dan denda dengan total minimal $36 miliar. Tekanan hukum ini disusul oleh negara bagian Washington yang berhasil mengamankan preliminary injunction melawan Kalshi di bulan yang sama. Hakim menilai hukum federal tidak menghalangi pemerintah lokal untuk menegakkan pembatasan judi di wilayah mereka.
Kondisi serupa terjadi di Utah, di mana pengadilan federal memutuskan negara bagian berhak menegakkan undang-undang anti-judi terhadap pasar prediksi. Merespons putusan ini, Kalshi langsung mengajukan mosi darurat untuk menunda eksekusi sambil menunggu proses banding ke Pengadilan Banding AS Sirkuit Kesepuluh.
📌 Baca JugaAS Bekukan Dua Bursa Kripto Penyalur Dana IRGC - Ironinya Regulator Dubai Sudah Menindak Mereka Tahun Lalu
Masalah Kalshi tidak berhenti di perseteruan antar lembaga. Mantan anggota DPR AS George Santos baru-baru ini setuju untuk mengembalikan keuntungan trading sebesar $17.569,98 dari platform ini. Santos juga harus membayar denda $17.500 dan menerima hukuman larangan berdagang selama tiga tahun atas semua kontrak Kalshi.
Pilihan yang Tersisa bagi Platform Prediksi
Tekanan ganda ini mengunci platform prediction market dalam posisi sulit. Saat mereka mematuhi panduan ketat CFTC agar diakui sebagai penyedia derivatif sah, mereka tetap dihantam gelombang tuntutan dari negara bagian yang menyamakan produk mereka dengan perjudian murni. Mengubah tampilan odds di aplikasi adalah langkah mudah, tetapi meyakinkan 44 Jaksa Agung untuk mencabut gugatan mereka adalah perkara yang sama sekali berbeda.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




