Tiga badan pengawas keuangan Uni Eropa menyuarakan peringatan yang sama mengenai keamanan blockchain. European Banking Authority (EBA), European Insurance and Occupational Pensions Authority (EIOPA), dan European Securities and Markets Authority (ESMA) merilis pernyataan bersama tentang ancaman komputasi kuantum. Komputer berkinerja tinggi ini dinilai berpotensi melemahkan sistem kriptografi yang selama ini mengamankan transaksi, komunikasi lintas pengguna, dan struktur database di berbagai jaringan kripto.
Peringatan itu muncul berdekatan dengan publikasi data baru soal lompatan kemampuan mesin. Pada Maret 2026, Google Quantum AI memublikasikan riset yang menggeser perkiraan ancaman ke arah yang lebih dekat. Riset itu menunjukkan bahwa upaya membobol algoritma kriptografi yang dipakai oleh banyak aset kripto dunia mungkin hanya membutuhkan jumlah qubit fisik 20 kali lebih sedikit dibandingkan perhitungan estimasi sebelumnya.
Bagaimana Mesin Masa Depan Membajak Kunci Privat
Masalah utamanya terletak pada cara kunci kripto bekerja dan eksposur kunci publik. Komputer kuantum masa depan diyakini memiliki kekuatan komputasi yang cukup untuk memecahkan algoritma matematika pengaman dan menurunkan kunci privat langsung dari kunci publik yang sudah terlihat di buku besar blockchain. Bila perhitungan itu selesai, peretas bisa mengotorisasi transaksi dan memindahkan aset digital tanpa izin dari pemilik aslinya.
Meski terdengar mendesak, peringatan dari tiga lembaga Eropa itu memuat satu batas realitas. Sampai berita ini disusun, belum ada satu pun komputer di dunia yang memiliki spesifikasi untuk mengeksekusi jenis serangan berat itu. Ancaman kuantum masih berbentuk proyeksi ke depan, dan waktu yang ada sedang dimanfaatkan oleh jaringan utama untuk menyiapkan protokol pertahanan baru.
Batas Waktu dan Pembaruan Jaringan Besar
Di ekosistem Bitcoin, Jameson Lopp bersama lima pengembang inti lainnya telah mengajukan rencana mitigasi lewat sebuah proposal pada Februari 2026. Mereka mengusulkan penghapusan format tanda tangan kriptografi yang dipakai saat ini guna menutup celah serangan. Rencana itu juga memberikan tenggat pada pergerakan dana, di mana koin lama yang belum bermigrasi ke sistem baru hanya bisa ditransaksikan maksimal lima tahun setelah proposal diaktifkan. Sampai peringatan dari regulator Eropa terbit, usulan Lopp dan kelompoknya belum diadopsi oleh jaringan Bitcoin.
Sementara itu, Ethereum Foundation sudah menetapkan jadwal perbaikan yang terstruktur. Tim pengembang inti mematok target untuk menanamkan resistensi kuantum di seluruh struktur jaringan mereka - mulai dari lapisan eksekusi, lapisan konsensus, hingga lapisan data - dengan tenggat penyelesaian pada bulan Desember 2029.
๐ Baca JugaSenator Republik Tuntut Panggilan Paksa Trump Jr. dan Hunter Biden - Bisnis Kripto Keluarga Jadi Pemicu
Langkah pembuktian awal datang dari jaringan lapisan kedua. StarkWare diketahui sudah melakukan uji coba operasional di mainnet untuk memproses transaksi Bitcoin yang dirancang tahan terhadap serangan kuantum. Uji coba StarkWare membuktikan bahwa protokol tahan kuantum bisa dites di lingkungan nyata sebelum ancaman sesungguhnya datang menghampiri jaringan utama.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Arab Saudi Tinggalkan Sistem CBDC mBridge Dukungan China - Pukulan Bagi Jaringan Penantang Dolar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




