Kejaksaan China mengajukan permohonan resmi untuk menyita lebih dari 61.800 Bitcoin dan aset lain senilai 40,38 miliar yuan, atau sekitar $5,7 miliar, yang terkait perkara penipuan investasi Qian Zhimin di Inggris.
Pengadilan Rakyat Menengah No. 2 Tianjin mengumumkan penerimaan berkas perkara sejak 28 September. Bersamaan dengan proses hukum itu, pengadilan membuka masa pendaftaran selama enam bulan agar para korban dapat mengajukan klaim kompensasi atas dana mereka.
Skema pengumpulan dana ilegal melalui Tianjin Lantian Gerui Electronic Technology berlangsung antara 2014 hingga 2017. Bisnis bodong itu menjerat lebih dari 102.000 investor, dengan catatan kerugian total mencapai 19,9 miliar yuan.
Aset Lain yang Masuk Target Sitaan
Aset yang dibidik jaksa tidak terbatas pada 61.800 Bitcoin. Permohonan sita merinci kepemilikan koin digital lain, mencakup lebih dari 72.700 Bitcoin Cash (BCH), 3,6 juta keping XRP, simpanan Bitcoin Gold, Bitcoin SV, serta Dogecoin. Jaksa penuntut umum juga menargetkan aset fisik bernilai tinggi hasil kejahatan, mulai dari properti mewah, kendaraan, perhiasan, sampai uang tunai.
Bagaimana Duit Korban Sampai ke London
Pelarian Qian Zhimin dari kejaran aparat dimulai pada Juli 2017. Dia meninggalkan China sambil mengantongi kunci privat dompet kripto berisi simpanan digital bernilai miliaran dolar milik para investor.
Agar bisa masuk ke wilayah Inggris, Qian Zhimin memakai paspor St. Kitts and Nevis dengan identitas samaran Yadi Zhang. Persembunyiannya berakhir setelah aparat setempat mengungkap kasus pencucian uang tersebut. Southwark Crown Court di London akhirnya menjatuhkan vonis 11 tahun 8 bulan penjara kepada Qian Zhimin pada November 2025.
Putusan Hakim London Menentukan Hak Korban
Langkah kejaksaan China menuntut pengembalian aset bergerak menyusul putusan Pengadilan Tinggi Inggris oleh Hakim Mark Turner pada 12 Oktober. Hakim Turner menetapkan bahwa hukum China berlaku resmi dalam menentukan klaim kepemilikan atas aset para korban penipuan.
Ketetapan dari pengadilan London memberi pijakan hukum bagi status puluhan ribu Bitcoin yang disita otoritas Inggris. Putusan itu memastikan proses verifikasi kepemilikan aset korban dapat dijalankan melalui koridor hukum di China.
๐ Baca JugaMusk Dukung Rencana Merger Tesla dan SpaceX - Keputusan 30.221 Bitcoin Bergantung ke Pemegang Saham
Bagi 102.000 korban penipuan Lantian Gerui, periode enam bulan yang disediakan pengadilan Tianjin menjadi peluang nyata untuk menuntut ganti rugi, menyusul kerugian 19,9 miliar yuan yang tertahan sejak sembilan tahun silam.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




