Coinbase mengumumkan pada Rabu bahwa Base App kini menyediakan perdagangan derivatif kripto berleverage hingga 50x melalui integrasi dengan Hyperliquid. Pengguna langsung memiliki akses ke lebih dari 290 pasar perpetual futures dalam satu layar. Pilihan aset yang tersedia tidak hanya mencakup koin utama seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga merambah ke saham tokenisasi serta berbagai komoditas dunia nyata.
Kehadiran fitur ini bukan sekadar pembaruan teknis rutin, melainkan pemenuhan langsung atas permintaan yang paling banyak diajukan oleh kelompok pengguna kelas berat Base App.
Akhir dari Janji Aplikasi Serba Ada
Base App awalnya diposisikan sebagai sebuah aplikasi serba ada yang menonjolkan fitur interaksi sosial sebagai nilai jual utamanya. Namun, peta jalan itu tidak bertahan lama ketika berbenturan dengan realitas pasar. Pada Juli 2026, Jesse Pollak mengakui terbuka bahwa strategi fitur sosial mereka telah gagal menarik minat basis pengguna.
Base kini banting setir sepenuhnya. Mereka memutuskan untuk menjadikan pasar prediksi, perpetual futures, dan stablecoin sebagai motor utama untuk menggenjot adopsi jaringan. Perubahan arah ini selaras dengan pergeseran volume perdagangan di pasar kripto global. Head of Engineering Coinbase, Chintan Turakhia, menegaskan bahwa pasar spot sudah lama turun takhta sebagai arena utama para pedagang harian.
“Perps adalah di mana volume berada - sekitar 75% dari semua trading kripto hari ini adalah perps, bukan spot,” kata Turakhia.
Model Hibrida untuk Pengalaman Pengguna
Untuk mengakomodasi fitur perdagangan berisiko tinggi ini tanpa mengorbankan kenyamanan, Coinbase memakai model hibrida on-chain yang memisahkan antara lapisan eksekusi dan antarmuka. Hyperliquid mengambil alih tugas berat untuk menangani seluruh eksekusi transaksi di balik layar. Sementara itu, Base App berfungsi penuh sebagai antarmuka yang bersih untuk pengguna.
๐ Baca JugaJack Dorsey Sempat Tolak Stablecoin - Kini 59 Juta Pengguna Cash App Bisa Beli USDT dan Altcoin
Skema kerja ini memastikan para pedagang bisa membuka dan menutup posisi leverage besar tanpa perlu repot memindahkan dana atau keluar dari ekosistem dompet bawaan mereka. Langkah integrasi ini menyusul inisiatif agresif Coinbase bulan sebelumnya. Mereka meluncurkan program akselerator Base Batches 004 senilai $1 juta untuk mendanai 10 startup baru yang fokus membangun agen AI dan sistem pembayaran demi mempertebal utilitas jaringan.
Tentu saja, akses leverage sebesar ini harus tunduk pada pembatasan regulasi yang ketat. Produk derivatif kripto ini dilarang beroperasi dan tidak tersedia bagi pengguna yang berada di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, serta berbagai yurisdiksi lain yang membatasi instrumen kripto berisiko tinggi. Mundurnya Base dari ambisi awal mereka dan beralih fokus ke arena derivatif mempertegas satu pola lama: platform kripto akan selalu bergerak mengikuti ke mana arus uang mengalir deras.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




