Pendapatan Coinbase pada kuartal kedua 2026 meleset dari target. Bursa kripto ini melaporkan pendapatan $1,22 miliar, turun 14% dari kuartal sebelumnya dan berada di bawah estimasi Wall Street sebesar $1,29 miliar. Perusahaan juga membukukan kerugian bersih $359 juta selama periode ini, yang langsung menjatuhkan harga saham COIN sekitar 5% di sesi after-hours trading.
Kondisi internal ini mencerminkan pasar kripto yang sedang mendingin. Volume perdagangan spot kripto total turun lebih dari 20% quarter-over-quarter. Hal ini memukul pendapatan dari transaksi spot yang hanya mencapai $599 juta, meleset dari estimasi awal $628 juta. CFO Alesia Haas menjelaskan bahwa volume spot industri keseluruhan memang turun lebih dari 20%, dibarengi dengan merosotnya kapitalisasi pasar kripto hingga dua digit angka selama kuartal kedua.
Sepinya transaksi spot tidak hanya menimpa Coinbase. Robinhood sehari sebelumnya merilis laporannya, yang menunjukkan penurunan pendapatan kripto 38% year-over-year, menyusut ke angka $100 juta dari sebelumnya $160 juta.
Dari Mana Datangnya Pertumbuhan Ini?
Di balik kerugian $359 juta itu, Coinbase mencetak rekor pangsa pasar baru. Perusahaan menguasai 10,3% pasar kripto global di Q2. Porsi ini naik dari 9,1% pada Q1, menandai keberhasilan mereka menumbuhkan pangsa pasar selama tiga kuartal berturut-turut di saat pesaing kehilangan volume.
Kuncinya ada pada layanan yang tidak bergantung pada volume beli dan jual harian. Saat ini, 88% pendapatan bersih Coinbase datang dari luar spot trading Bitcoin, naik dari porsi 45% pada Q2 2020. Layanan stablecoin tampil menopang neraca dengan kontribusi $292 juta. Rata-rata USDC yang tersimpan di dalam produk-produk Coinbase juga mencetak rekor $20 miliar - yang berarti lebih dari 30% pasokan USDC beredar di dunia kini berada dalam ekosistem mereka.
Bukan Lagi Saham Proksi Bitcoin
Selain stablecoin, perusahaan memacu deretan bisnis baru yang terus tumbuh. Ini mencakup perdagangan perpetual futures melalui Deribit, agen trading kripto berbasis AI Coinbase for Agents, tokenized stocks, pasar prediksi, hingga jaringan layer-2 Base di atas Ethereum.
“Coinbase bukan lagi taruhan pada harga Bitcoin saja - semua layanan keuangan sedang diperbarui teknologi kripto,” kata CEO Brian Armstrong.
📌 Baca JugaDua Tahun Usai Diblokir, Binance Kembali Tembus Filipina Lewat Skema Sandbox - Nasabah Baru Masuk Daftar Tunggu 90 Hari
Meski ingin memisahkan nasib perusahaan dari pergerakan harga koin tunggal, Coinbase justru terus menambah cadangan Bitcoin. Perusahaan memasukkan 819 BTC ke neraca keuangannya sepanjang Q2, membuat total cadangan mereka kini berada di angka 17.211 BTC.
Bagi investor ritel, laporan ini memberi dua sinyal. Kerugian bersih adalah alarm nyata bahwa bisnis bursa masih bergantung pada euforia pasar, tapi rekor penguasaan 10,3% pangsa pasar global membuktikan mesin Coinbase justru bekerja paling gesit saat pemain lain mulai kehabisan napas.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




