Salah satu platform analitik keuangan terdesentralisasi (DeFi) paling populer, Zapper, resmi menyatakan akan menutup seluruh layanannya. Situs web, aplikasi seluler, hingga layanan API-nya dijadwalkan berhenti beroperasi pada 3 Agustus - menutup perjalanan tujuh tahun yang sempat didukung nama besar seperti miliarder Mark Cuban.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh CEO Zapper, Seb Audet, lewat unggahan di X. “Kami mengevaluasi sejumlah opsi berbeda, menempuh beberapa sejauh mungkin, dan sampai pada kesadaran bahwa penutupan yang tertib adalah langkah terbaik,” ujarnya.
Dari 2 Juta Pengguna ke Titik Penutupan
Di masa puncaknya, Zapper bukan pemain kecil. Audet menyebut platformnya sempat melayani lebih dari 2 juta pengguna aktif bulanan dan mengawasi lebih dari US$13 miliar transaksi yang diproses. Alat ini populer di kalangan trader untuk memantau harga token, mengikuti tren DeFi, mengelola likuiditas, hingga mengintip peluang airdrop.
Berdiri sejak 2019, Zapper melejit setelah memenangkan salah satu ajang hackathon DeFi milik Kyber dan meraih pendanaan awal US$1,5 juta. Puncaknya datang pada Mei 2021 lewat putaran Seri A senilai US$15 juta yang dipimpin Framework Ventures, dengan Mark Cuban, Coinbase Ventures, hingga Sound Ventures ikut menyuntik dana.
Meski enggan merinci alasan, Audet memberi isyarat kuat: penutupan dipicu permintaan yang terus menyusut. “Pada akhirnya, pasarlah yang menentukan,” katanya singkat.
📌 Baca JugaGondor Buka Kredit Berbasis Portofolio Penuh untuk Trader Polymarket - Setelah 7 Bulan Uji Diam-Diam
Bukan Korban Pertama, dan Mungkin Bukan yang Terakhir
Zapper hanyalah tumbal terbaru dari sentimen pasar kripto yang merosot ke titik terendah dalam beberapa waktu terakhir, ditambah pendanaan modal ventura yang kian sulit didapat. Sebelumnya, platform analitik berbasis Cardano, TapTools, menutup layanan pada Juni, disusul platform DeFi fokus Bitcoin, Botanix. Sederet nama lain seperti Nifty Gateway, Rodeo, hingga unit kripto SBI juga menyudahi operasi tahun ini.
Gelombang penutupan ini menyampaikan pesan yang tak nyaman: pada fase pasar sedang dingin, produk sekalipun dengan jutaan pengguna belum tentu bisa bertahan bila arus pendapatan dan pendanaan mengering bersamaan. Bagi pengguna, ini juga alarm untuk tidak menaruh seluruh ketergantungan pada satu platform pihak ketiga.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




