๐Ÿ“… Senin, 19 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Deutsche Bank Buka Kustodi Kripto di Jerman Sebelum Masuk Asia 2027 - Nasabah Tak Perlu Simpan Kunci Sendiri

Deutsche Bank Buka Kustodi Kripto di Jerman Sebelum Masuk Asia 2027 - Nasabah Tak Perlu Simpan Kunci Sendiri

Deutsche Bank menyiapkan layanan kustodi aset digital yang dijadwalkan meluncur di Jerman dalam hitungan pekan. Bank sistemik global (G-SIB) asal Eropa ini mematok target ekspansi berikutnya: membawa fasilitas penyimpanan itu ke kawasan Asia pada 2027. Pada tahap peluncuran awal, fasilitas ini mendukung bitcoin, ether, serta tiga stablecoin: USDC, EURC, dan EURAU.

Model ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan klien korporat yang ingin mengakses pasar aset digital lewat institusi keuangan mapan. Namun peluncuran di Jerman baru permulaan dari rencana ekspansi yang lebih luas.

Kenapa Kunci Privat Diserahkan ke Bank

Seluruh pengelolaan dompet dan kunci privat berada di bawah kendali Deutsche Bank. Skema ini dirancang bagi investor institusional dan korporasi yang ingin memiliki eksposur kripto tanpa harus menanggung risiko teknis dompet mandiri. Klien korporasi dapat memegang aset digital dengan standar pengamanan perbankan tanpa perlu menyimpan kunci privat sendiri.

Fasilitas penyimpanan bukan satu-satunya produk yang disiapkan. Deutsche Bank juga berencana menawarkan konversi antar-stablecoin serta deposito ter-tokenisasi. Selain itu, bank akan membantu penerbitan obligasi digital maupun sekuritas berbasis blockchain bagi para klien. Untuk infrastruktur teknologi kustodi ini, Deutsche Bank bermitra dengan platform Bitpanda dan penyedia teknologi Taurus.

Otorisasi BaFin di Bawah Aturan MiCA

Kepastian hukum diperoleh setelah BaFin, regulator keuangan Jerman, menerbitkan otorisasi pada 12 Oktober di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, sebagaimana tercantum pada daftar sementara European Securities and Markets Authority (ESMA). Langkah ini menempatkan Deutsche Bank sebagai bank sistemik global (G-SIB) Eropa yang aktif membangun sarana kripto institusional di bawah MiCA.

Target finansial divisi corporate bank ikut menjadi pendorong: Deutsche Bank menargetkan kenaikan pemasukan tahunan sekitar 8% pada unit perbankan korporasi untuk rentang 2025 sampai 2028.

Mengejar Rival Global Menuju Asia

Di pasar internasional, Deutsche Bank bukan pelopor tunggal di antara institusi keuangan besar. Kompetitor sekelas Standard Chartered serta BBVA telah menyediakan fasilitas penyimpanan aset kripto lebih awal bagi nasabah mereka. Masuknya Deutsche Bank memperketat persaingan penyediaan infrastruktur aset digital di kalangan perbankan papan atas dunia.

Rencana memboyong fasilitas penyimpanan ke Asia pada 2027 menjadi langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan nasabah institusi di luar Eropa. Kendati demikian, pihak bank belum membeberkan yurisdiksi perdana di kawasan Asia yang akan dituju.

SEC Buka Jalan Saham Masuk Blockchain - Sembilan Emiten dari Broadcom hingga Verizon Kompak Menolak๐Ÿ“Œ Baca JugaSEC Buka Jalan Saham Masuk Blockchain - Sembilan Emiten dari Broadcom hingga Verizon Kompak Menolak

Hadirnya bank berstatus G-SIB di bawah regulasi resmi mempertegas arah baru adopsi kripto: institusi besar dapat masuk ke aset digital tanpa perlu merancang sistem pengamanan dari nol. Bagi pengelola keuangan korporat, fasilitas ini menyediakan jalur yang lebih akrab lewat bank yang sudah mereka gunakan sehari-hari.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: Induk Kraken Caplok Bank Berlisensi Uni Eropa - Target IPO Justru Mundur ke 2027


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share