Anggota kongres di Amerika Serikat baru saja sepakat menutup akses mereka sendiri ke bursa saham. Stop Insider Trading Act disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS lewat perolehan suara 232-198 pada Rabu, 22 Juli 2026. Aturan yang disponsori wakil Wisconsin dari Partai Republik, Bryan Steil, ini melarang seluruh anggota kongres, pasangan, hingga anak tanggungan mereka untuk membeli saham perusahaan publik.
Kini draf itu menunggu jadwal persetujuan Senat. Namun, perjalanan aturan ini dipastikan menabrak rintangan dari kubu internal akibat lubang besar dalam draf aslinya.
Celah Portofolio Saham Lama
Draf ini ternyata hanya menghentikan transaksi pembelian aset baru. Saham yang sudah masuk portofolio politisi sebelum aturan disahkan tetap diizinkan untuk disimpan atau dijual kembali ke pasar terbuka. Syarat pencairannya juga tetap membebaskan pemilik aset: politisi hanya wajib mengumumkan rencana penjualan itu ke publik 7-14 hari sebelum transaksi dieksekusi lewat klerk DPR atau sekretaris Senat.
Aturan ini menyiapkan denda bagi pelanggar sebesar $2.000 atau 10% dari nilai investasi, diambil mana yang angkanya lebih tinggi. Hukuman administrasi ini berlaku bersamaan dengan kewajiban penyitaan seluruh keuntungan yang didapat dari transaksi ilegal.
Kelonggaran pada aset lama inilah yang memicu reaksi keras dari Senator Elizabeth Warren. Politisi yang vokal menyoroti konflik kepentingan Capitol ini menilai kelonggaran itu mematikan inti dari aturan itu sendiri. “RUU ini punya celah besar,” sebut Warren menanggapi hasil pemungutan suara DPR. “Anggota kongres masih boleh memiliki dan menjual saham - tidak akan menyelesaikan masalah. Tidak akan lolos di Senat.”
Warren menuntut aturan pelarangan yang menyeluruh: politisi di Washington sama sekali tidak boleh memiliki, membeli, maupun menjual saham. Jika dijajarkan dengan draf CLARITY Act, cakupan RUU Steil ini juga terasa menyempit karena mengecualikan jabatan presiden, wakil presiden, beserta anggota keluarga inti mereka dari daftar pelarangan.
📌 Baca JugaUni Eropa Masukkan HTX ke Daftar Sanksi Baru - Buntut Dugaan Jadi Jalur Uang Mesin Perang Rusia
Memutus Taruhan di Pasar Prediksi
Di luar urusan bursa saham tradisional, manuver Steil ikut menjalar ke industri taruhan digital. Ia membawa draf rancangan terpisah yang menargetkan anggota kongres agar tidak memasang uang mereka dalam platform prediksi pasar, termasuk entitas besar seperti Kalshi dan Polymarket.
Langkah ini diajukan untuk menanggapi dua insiden manipulasi informasi orang dalam yang ramai baru-baru ini. Pada satu kasus, seorang tentara diduga meraup laba di atas $400.000 dari kontrak Polymarket terkait posisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang bersinggungan langsung dengan rencana pemindahan pasukan AS. Di tempat terpisah, seorang operator teleprompter Donald Trump diduga mengantongi $90.000 hanya lewat taruhan menebak daftar kata yang akan diucapkan dalam pidato atasannya.
Ujian Bagi Pihak Dalam
Dua celah taruhan itu membuktikan betapa mudahnya instrumen pasar dimonetisasi oleh mereka yang berdiri dekat dengan pembuat keputusan. Dengan munculnya ancaman blokir dari kubu Warren di Senat, perjalanan draf rancangan Steil ini memperlihatkan satu kenyataan lama: memisahkan uang dari para pembuat undang-undang selalu menjadi kompromi yang sarat kepentingan politik.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




