Lembaga kliring dan kustodi pasar modal Amerika Serikat resmi memindahkan operasionalnya ke jaringan buku besar terdistribusi. The Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), pengelola simpanan aset lebih dari $114 triliun lewat Depository Trust Company (DTC), meluncurkan DTCC Tokenization Service (DTS) pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Pada tahap perdana, layanan ini mencakup 34 sekuritas dengan estimasi nilai pasar sekitar $30 triliun. Portofolio pembuka ini memuat jajaran saham indeks Russell 1000, exchange-traded fund (ETF), hingga surat utang negara AS yang meliputi Treasury bills, notes, dan bonds.
Langkah ini menaruh aset konvensional langsung ke infrastruktur digital tanpa perantara tambahan.
Konversi 15 Menit dan Transfer Nonstop
Lembaga keuangan yang memenuhi syarat kini dapat mengonversi sekuritas konvensional menjadi token digital selama jam bursa. DTCC mematok target pemrosesan tuntas dalam 15 menit atau kurang.
Tiap token DTS didukung 1:1 oleh aset dasar yang tersimpan di DTC. Pemilik aset memegang hak kepemilikan dan perlindungan pemodal yang sama persis dengan sekuritas konvensional. Bedanya, token ini dapat dipindahkan antar-dompet terdaftar selama 24 jam penuh tanpa henti, melewati batasan jam kerja bursa biasa.
Izin operasional berpijak pada no-action letter dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sejak Desember 2025, yang memperbolehkan penokenisasian portofolio sekuritas tertentu.
Dukungan 20 Bank Global dan Jalur Jaringan
Sebanyak 20 lembaga keuangan global telah menandatangani kesepakatan untuk mengakses DTS. Jajaran ini mencakup JPMorgan, Morgan Stanley, Bank of America, Barclays, Citi, UBS, State Street, Fidelity Investments, Citadel Securities, Clear Street, Alpaca, DriveWealth, dan Interchange Clearing.
Untuk memproses transaksi, DTS terhubung langsung ke dua lingkungan: jaringan blockchain Canton Network dan blockchain privat Besu milik DTCC.
Presiden dan CEO DTCC Frank La Salla menegaskan peluncuran ini merupakan puncak kerja bertahun-tahun. Menurut La Salla, langkah ini diambil demi membawa sekuritas teregulasi ke infrastruktur digital, sekaligus membuka adopsi institusional skala besar secara bertanggung jawab.
๐ Baca JugaRobinhood Bawa RLUSD ke 28,6 Juta Pengguna - Sistem Ripple Masuk ke Kas Perusahaan dan Bitstamp
Target Ekspansi 2027 dan Proyeksi $5,5 Triliun
Ekspansi DTCC berlanjut ke sistem terbuka. Pada 2027, DTCC berencana menambah jaringan blockchain publik Stellar (XLM) serta blockchain Arc milik Circle. Rencana itu juga mencakup fitur aksi korporasi dan penyelesaian transaksi dengan uang digital.
Proyeksi industri ikut memperkuat arah ekspansi ini. Analis Citi memperkirakan pasar sekuritas yang ditokenisasi di tingkat global bakal menyentuh $5,5 triliun pada 2030, didorong adopsi lembaga keuangan konvensional.
Bagi pelaku pasar modal, transformasi ini mengubah cara aset berpindah: transaksi sekuritas bernilai triliunan dolar tidak lagi terikat siklus penyelesaian berhari-hari saat token digital bisa berpindah seketika.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: OKX dan Induk NYSE Rancang Tokenisasi 62 Saham AS - Tapi 22 Emiten Justru Ajukan Keberatan Resmi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




