Bursa kripto terbesar kedua di Korea Selatan, Bithumb, mengonfirmasi kebocoran data usai sistem aplikasi mobile internal karyawannya ditembus peretas awal pekan ini. Menurut laporan kantor berita Yonhap pada Rabu, 28 Oktober 2026, sistem yang dibobol merupakan platform komunikasi in-house yang dirancang khusus bagi para staf untuk berkoordinasi dan membagikan informasi pekerjaan.
Tim keamanan Bithumb mendeteksi penyusupan pada Selasa dan langsung melaporkan insiden itu pada hari yang sama ke Badan Internet & Keamanan Korea (KISA) serta Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC). Manajemen bursa saat ini tengah menjalankan investigasi menyeluruh untuk memetakan dampak serangan, termasuk memeriksa potensi kebocoran data pribadi nasabah sebelum merilis pernyataan resmi ke publik.
Kekhawatiran terbesar dalam setiap pembobolan platform kripto selalu bermuara pada satu hal: nasib dana para pengguna.
Jalur Dagang Terpisah dari Aplikasi Karyawan
Manajemen Bithumb lekas memberikan klarifikasi tegas terkait batas keamanan sistem mereka. Platform operasional internal karyawan dipastikan terisolasi penuh, baik fisik maupun logis, dari sistem perdagangan aset virtual atau trading system.
Pemisahan infrastruktur itu memastikan dompet dan seluruh saldo aset kripto milik nasabah tidak mengalami dampak apa pun. Jalur data yang ditembus peretas berada di luar jangkauan sistem transaksi pasar, sehingga aset digital pengguna tetap aman dan tidak dapat diakses pihak luar.
Serangan Siber Beruntun di Sektor Finansial Korsel
Pembobolan sistem di Bithumb sekaligus memperpanjang daftar gangguan keamanan siber yang membidik industri keuangan Korea Selatan. Data dari regulator menunjukkan ancaman ini terjadi beruntun: Gubernur Financial Supervisory Authority (FSA) Lee Chan-jin mengungkap sebanyak 16 lembaga keuangan di Korea Selatan telah diserang peretas per 14 Oktober 2026.
Dua entitas keuangan ternama lain tercatat menjadi korban peretasan terbaru dalam gelombang serangan itu. Daishin Securities melaporkan kebocoran 38.490 data pribadi dan informasi kredit milik nasabah, sementara manajer investasi Mirae Asset Global Investments juga ikut menjadi sasaran penyusupan siber.
๐ Baca JugaKeystone Bakal Musnahkan 18.835 Dompet Kripto - Kunci Autentikasi Dicuri, Perangkat Tiruan Bisa Lolos Verifikasi
Insiden kebocoran data ini menimpa Bithumb tepat di tengah persiapan penting perusahaan. Bursa kripto itu sedang bersiap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada 2028 mendatang, sebuah agenda korporasi yang menuntut perombakan total pada sistem kendali internal mereka.
Bagi para nasabah, jaminan bahwa saldo kripto tidak tersentuh tentu memberi ketenangan di tengah kabar peretasan ini. Meski demikian, kepastian apakah ada rincian identitas pribadi pengguna yang ikut terseret ke tangan peretas masih bergantung pada hasil akhir investigasi KISA dan PIPC yang sedang berjalan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Niat Menaikkan Biaya Malah Sahkan Pencurian Bitcoin - Electrum Rilis Patch Versi 4.8.3
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




