๐Ÿ“… Rabu, 28 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Menkeu AS Sebut Kripto Penguat Dominasi Dolar - Siapkan Aturan Bersama SEC Usai RUU Kongres Gagal

Menkeu AS Sebut Kripto Penguat Dominasi Dolar - Siapkan Aturan Bersama SEC Usai RUU Kongres Gagal

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menempatkan aset digital dan stablecoin sebagai instrumen strategis untuk memperkuat dominasi global dolar AS. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi dialog bersama CEO Ripple Brad Garlinghouse pada konferensi Ripple Swell 2026 di Manhattan, 27 Oktober 2026. Di hadapan para perwakilan institusi perbankan internasional dan pengembang blockchain, bendahara negara AS itu menegaskan bahwa kekuatan mata uang cadangan dunia kini memasuki babak baru.

Kekuatan mata uang cadangan dunia dinilai tidak lagi bertumpu semata pada payung militer (military umbrella). Peta persaingan geopolitik kini bergeser menuju kepemimpinan payung teknologi (technology umbrella), dengan instrumen kripto berada di garis depan.

Pergeseran Menuju Payung Teknologi

Bessent menyejajarkan persaingan aset digital dengan rivalitas teknologi kecerdasan buatan (AI) dan manufaktur semikonduktor antara Amerika Serikat dan China. Washington mematok target untuk memenangkan seluruh tumpukan teknologi aset digital (digital asset stack) agar kendali sistem keuangan internasional tetap kokoh di tangan mereka.

Komposisi pasar saat ini memperlihatkan bukti konkret: lebih dari 90% stablecoin dipatok ke mata uang dolar AS. Perusahaan penerbit koin stabil mengalokasikan cadangan dana mereka ke surat utang pemerintah AS (Treasury securities). Mekanisme penempatan dana ini menjadikan penerbit stablecoin sebagai salah satu sumber pembiayaan penting bagi anggaran belanja pemerintah federal.

Pasar Baru di Negara Berkembang

Bessent membantah kekhawatiran sebagian pihak bahwa kehadiran stablecoin hanya memindahkan simpanan dolar biasa dari sistem perbankan konvensional. Menurutnya, stablecoin membuka ceruk pasar baru di negara-negara berkembang yang warganya membutuhkan alat lindung nilai dari ancaman inflasi dan devaluasi mata uang lokal.

Kebutuhan menjaga nilai aset di tengah pelemahan mata uang lokal itu menciptakan permintaan riil terhadap dolar AS di luar yurisdiksi domestik Amerika Serikat. Melalui jalur aset digital, penetrasi dolar menjangkau basis pengguna baru di pasar internasional.

Koordinasi Tiga Lembaga Usai Parlemen Buntu

Upaya pemerintah membangun kerangka kerja aset digital sempat tersendat menyusul kegagalan pengesahan RUU Clarity Act di Kongres AS. Menghadapi kekosongan aturan akibat kebuntuan parlemen, Bessent menyatakan Departemen Keuangan mengoptimalkan kewenangan koordinasi (convening powers) bersama SEC dan CFTC untuk menelurkan regulasi terkoordinasi antarlembaga.

Utah Tuntut Kalshi $60 Juta atas Tuduhan Judi - CFTC Balas Gugat Jaksa Agung ke Pengadilan Federal๐Ÿ“Œ Baca JugaUtah Tuntut Kalshi $60 Juta atas Tuduhan Judi - CFTC Balas Gugat Jaksa Agung ke Pengadilan Federal

Langkah bersama ini diarahkan untuk merancang panduan serta pagar pembatas regulasi (guardrails) guna mencegah terulangnya praktik debanking, yaitu pemutusan sepihak akses layanan perbankan terhadap para pelaku industri aset digital.

Bagi perwakilan institusi perbankan global dan pengembang blockchain yang memadati forum Swell di Manhattan, komitmen panduan regulasi ini menjawab langsung kekhawatiran seputar pemutusan akses rekening bank yang selama ini dihadapi pelaku industri.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Tether Bayar Jutaan Dolar ke Firma Penasihat Trump - Orangnya Kini Pimpin Tether US


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share