Elon Musk baru saja menaruh batas waktu untuk umur uang tradisional. CEO Tesla ini menyatakan bahwa uang tidak akan berarti apa-apa pada tahun 2036 berkat lompatan pesat kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Pandangan ini langsung memicu perdebatan luas setelah dicuitkan ulang oleh akun WatcherGuru di platform X. Dengan basis 4,5 juta pengikut, postingan itu menyedot lebih dari 8.518 tanda suka dan 822 retweet hanya dalam waktu singkat, menegaskan daya tarik isu ini di mata publik.
Pernyataan spekulatif ini selaras dengan langkah bisnis Musk. Ia saat ini sedang agresif mendorong agenda otomasi penuh melalui perusahaannya, xAI, sekaligus mempercepat produksi robot pekerja Optimus di pabrik Tesla. Ini bukan kali pertama ia mereduksi fungsi mata uang; Musk sebelumnya pernah berujar bahwa uang hanyalah sekadar kumpulan data. Jika produksi barang fisik dan jasa benar-benar diambil alih oleh mesin pintar, sistem pertukaran nilai konvensional berpeluang kehilangan utilitasnya.
Ujian bagi Konsep Kelangkaan
Bagi pelaku pasar kripto, opini Musk selalu membawa dampak nyata. Ia adalah figur sentral yang ucapannya terbukti berkali-kali mampu menggerakkan harga. Sentimen pasar Dogecoin maupun berbagai token proyek terkait AI biasanya bereaksi tajam tiap kali ia menyinggung topik serupa. Namun untuk ekosistem desentralisasi yang lebih luas, prediksi ini menyisakan ruang diskusi mendasar. Jika uang fiat kehilangan fungsinya, apakah Bitcoin ikut tergerus arus otomasi, atau justru menemukan panggung utama sebagai penyimpan nilai generasi baru?
Komunitas Bitcoin merespons narasi ini dari sudut pandang ekonomi yang berbeda. Para pendukung utamanya, termasuk penulis Saifedean Ammous, berargumen bahwa Bitcoin justru akan bernilai jauh lebih tinggi di era kelimpahan AI. Saat kecerdasan buatan dan robotika memangkas biaya tenaga kerja dan ongkos produksi barang mendekati angka nol, dunia akan dipenuhi oleh barang yang nyaris gratis. Dalam kondisi makro itu, satu-satunya instrumen yang tidak bisa digandakan lewat cetakan mesin adalah aset digital dengan batas pasokan matematis.
📌 Baca JugaNvidia dan Meta Tolak Larangan AI Terbuka - Tepat Saat Model Tiongkok Pukuli AS di Ujian Koding
Siapa yang Mengambil Alih
Kelangkaan absolut Bitcoin yang dipatok mentok di angka 21 juta keping menjadi antitesis bagi produksi mesin yang tanpa batas. Skenario Musk memprediksi matinya uang fiat karena nilai tenaga kerja manusia digantikan oleh algoritma. Tapi di saat bersamaan, akumulasi modal hasil otomasi tetap membutuhkan tempat berlabuh yang tidak bisa didevaluasi begitu saja oleh penerbitnya.
Tahun 2036 masih satu dekade lagi. Apakah mesin benar-benar menghapus fungsi uang seperti yang kita kenal sekarang, atau sekadar memindahkannya ke sistem blockchain, masih harus diuji oleh waktu. Masa depan mungkin tidak lagi membutuhkan uang kertas, tapi manusia akan selalu butuh kepastian atas nilai jerih payahnya. Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




