ETF Bitcoin spot di bursa Amerika Serikat menarik dana masuk hampir $1 miliar dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut. Menurut data dari pelacak pasar SoSoValue, minggu ini saja para investor mengalokasikan hampir $500 juta - kinerja mingguan terkuat yang tercatat sejak awal bulan Mei lalu.
Masuknya gelombang dana institusional ini langsung tercermin pada grafik harga. Nilai Bitcoin sempat menembus level $66.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan bulan Juni. Pada laporan terkini, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini diperdagangkan di kisaran $65.680. Meski posisi ini turun tipis 0,3% pada perdagangan hari itu, koin digital ini tetap mencatatkan kenaikan kumulatif sebesar 1,4% dalam rentang satu minggu terakhir.
Apa Hubungannya Belanja Google dengan Kripto
Namun ada narasi lain yang menggerakkan grafik harga minggu ini di luar sektor kripto. Alphabet, perusahaan induk Google, baru saja merilis laporan pendapatan kuartal kedua tahun 2026 sebesar $119,8 miliar - angka yang melampaui ekspektasi para analis pasar. Bersamaan dengan rilis laporan keuangan ini, Alphabet mengumumkan rencana untuk menaikkan proyeksi anggaran belanja kecerdasan buatan mereka.
Keputusan Alphabet langsung memicu efek beruntun di bursa saham Asia. Indeks Kospi naik 3,6%, sementara saham perusahaan pembuat cip seperti Samsung dan SK Hynix masing-masing naik lebih dari 2%. Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini memiliki korelasi positif dengan saham produsen cip komputer. Saat prospek belanja infrastruktur kecerdasan buatan menarik modal ke bursa saham teknologi, sentimen beli ini terbukti merambat ke pasar kripto.
Dua Arah yang Berlawanan di Bursa Sentral
Sementara fokus terbelah pada arus masuk ETF dan saham cip, lanskap internal bursa kripto justru memperlihatkan konsentrasi kekuatan pada satu pemain. Binance mempertahankan dominasinya dengan menguasai sekitar 55% dari total dana pengguna di seluruh dunia. Bursa ini juga memegang pangsa 24% dari seluruh volume perdagangan spot.
Memasuki periode awal bulan Juli ini, Binance masih terus menarik arus kas masuk bersih. Pola ini berjalan ke arah yang berlawanan dengan kondisi pesaing mereka, di mana beberapa bursa lain justru mencatatkan arus dana keluar pada periode yang sama.
📌 Baca JugaGrayscale Sebut Siklus 4 Tahunan Bitcoin Batal - Titik Dasar Sudah Terlewati?
Kondisi pasar saat ini memperlihatkan dua sisi pendorong bagi para pemegang Bitcoin. Di satu pihak ada dorongan harga dari arus masuk ETF institusional mingguan, namun di pihak lain tren grafiknya ikut mengendarai prospek belanja perangkat keras global. Bagi para pelaku pasar, pergerakan saham cip Asia kini menjadi layar pantau yang sama pentingnya dengan data transaksi on-chain.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




