Pasar kripto terbiasa memantau kalender empat tahunan, tapi salah satu manajer aset terbesar menduga jam itu sudah tak lagi relevan. Kepala riset Grayscale, Zach Pandl, melempar proyeksi baru bahwa harga Bitcoin kemungkinan sudah mencapai titik terendahnya lebih cepat dari siklus bear tradisional. Analisis ini menabrak pola historis yang selama ini menjadi patokan pasar, di mana siklus biasa memprediksi titik dasar baru akan terbentuk antara bulan September hingga Oktober 2026.
Pandl berargumen bahwa Bitcoin kini sudah tumbuh dewasa sebagai sebuah kelas aset. Alih-alih sekadar tunduk pada siklus internal jaringan, pergerakan harga Bitcoin sekarang lebih disetir oleh dinamika makroekonomi global.
“Jika The Fed urung menaikkan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi tetap bertahan dengan baik, harga Bitcoin mungkin sudah menyentuh titik dasar,” kata Pandl membeberkan pandangannya.
Dua Sinyal dari Sisi Suplai
Pandangan dari sisi makroekonomi ini sejalan dengan sejumlah temuan data on-chain. Firma K33 melaporkan bahwa saat ini lebih dari 50% suplai Bitcoin dipegang oleh pihak yang posisinya sedang merugi. Dalam sejarah panjang perjalanan pasar kripto, tingginya porsi pasokan yang terjebak dalam zona merah ini kerap mendahului fase pembalikan arah harga ke atas.
CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten, juga menyoroti satu angka penting yang menambah bobot tesis ini. Para investor jangka panjang kini menggenggam 14,7 juta keping Bitcoin, mencetak rekor kepemilikan tertinggi sepanjang masa. Menumpuknya pasokan di tangan investor setia ini mengindikasikan tekanan jual yang makin menipis, memunculkan sinyal tambahan bahwa pasar kemungkinan sudah membentur dasarnya.
Ujian Arah di Akhir Juli
Tesis siklus baru ini langsung menghadapi ujian penentuan dalam waktu dekat. The Fed dijadwalkan bakal memutus kebijakan suku bunga berikutnya pada 29 Juli. Menjelang rapat itu, pasar menetapkan peluang penahanan suku bunga di angka 66% - turun dari probabilitas 88% pada pekan sebelumnya.
📌 Baca JugaETF Bitcoin Sedot Dana $1 Miliar - Tapi Laporan Belanja AI Alphabet yang Dorong Harga Tembus $66.000
Meski banyak sinyal pendukung, tidak semua pemain besar sepakat dengan pandangan baru Grayscale. Pendiri Lebit Mining Pool, Jiang Zhuoer, termasuk kelompok analis yang masih berpegang teguh pada pola lama. Ia memprediksi bahwa titik terendah yang sesungguhnya baru akan tiba pada kuartal penutup tahun ini, membidik jendela waktu antara Oktober hingga Desember 2026.
Pandl sendiri tetap menyisakan ruang untuk kejatuhan lanjutan dengan memberi satu peringatan tegas soal regulasi. Jika rancangan CLARITY Act gagal diloloskan oleh pembuat kebijakan tahun ini, berbagai perusahaan dengan cadangan treasury kripto berisiko terus melakukan deleverage. Pelepasan aset terpaksa inilah yang bisa mendesak harga Bitcoin turun menembus batas bawah yang ada saat ini.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




