Perusahaan dompet kripto Exodus Movement baru saja melepas sekitar 25% dari total tenaga kerja globalnya. Berdasarkan dokumen pengumuman resmi ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 17 Juli, pemangkasan ini berdampak pada sekitar 54 posisi dari total 215 orang karyawan yang tercatat pada akhir tahun 2025 lalu.
Langkah pengurangan ini merupakan bagian dari restrukturisasi untuk memusatkan fokus perusahaan pada platform pembayaran stablecoin full-stack. Produk baru ini dirancang untuk menggabungkan kepraktisan kartu fisik dengan keamanan penyelesaian stablecoin self-custody. Perubahan arah ini menyusul akuisisi ganda yang dilakukan Exodus pada Mei 2026, ketika mereka menghabiskan dana sekitar $76,27 juta untuk mencaplok Monavate Holdings dan Baanx.com.
Mengapa Butuh Akuisisi Ganda
Pembelian dua perusahaan itu membawa fungsi yang berbeda untuk rencana baru Exodus. Monavate memiliki infrastruktur inti untuk penerbitan kartu, pemrosesan pembayaran, dan kepatuhan regulasi. Di sisi lain, Baanx melengkapinya dengan spesialisasi pada teknologi kartu kripto dan penyelesaian transaksi USDC self-custodial.
Hasil akhir dari penggabungan teknologi ini adalah sebuah platform utuh yang mendukung penerbitan kartu pembayaran lewat jaringan utama Visa, Mastercard, dan Discover. Pasarnya pun langsung menjangkau Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa. Namun, menyatukan operasi tiga entitas berarti ada tumpang tindih sumber daya manusia yang memicu pemotongan staf.
Lewat pemangkasan kali ini, Exodus memproyeksikan penghematan biaya operasional kas sebesar $10 juta sampai $13 juta per tahun. Meski begitu, efek penuh dari efisiensi neraca ini baru akan sepenuhnya dinikmati pada tahun 2027 mendatang.
Ongkos Awal di Balik Efisiensi
Meski ditujukan untuk berhemat, proses perampingan ini menuntut pengeluaran awal yang tidak sedikit. Exodus harus mencatatkan beban satu kali senilai $2,5 juta hingga $3,5 juta sebelum pajak untuk kuartal ini, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk membayar pesangon pekerja yang diberhentikan.
📌 Baca JugaHashKey dan Kbank Korea Siapkan Pembayaran Lintas Batas Pakai Stablecoin Won - Tapi Regulator Masih Pegang Kunci
CEO Exodus, JP Richardson, menggarisbawahi dampak personal dari restrukturisasi ini. “Keputusan ini tidak pernah mudah karena berdampak pada orang-orang berbakat yang membantu membangun Exodus,” ujarnya. Ia juga menyebut pihak manajemen masih terus meninjau ulang struktur biaya gabungan selama proses integrasi antara Monavate dan Baanx masih berlangsung.
Manuver penyusutan tim ini menandai babak baru bagi operasional perusahaan. Dari sekadar penyedia dompet kripto biasa, Exodus kini memperjelas arah mereka untuk menjadi saluran langsung penghubung stablecoin dengan meja kasir ritel dunia.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




