📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Google Blokir Ekstensi Prediction Market di Chrome, Tekanan ke Kalshi dan Polymarket Makin Berlapis

Google Blokir Ekstensi Prediction Market di Chrome, Tekanan ke Kalshi dan Polymarket Makin Berlapis

Ruang gerak platform prediction market crypto-adjacent seperti Kalshi dan Polymarket makin sempit. Kali ini bukan cuma dari pengadilan atau regulator finansial, tapi dari raksasa teknologi yang mengontrol browser paling banyak dipakai di dunia: Google baru saja mengubah aturan Chrome Web Store untuk melarang ekstensi yang memfasilitasi transaksi uang sungguhan atas hasil prediksi peristiwa.

Aturan Baru Chrome Web Store

Menurut pembaruan kebijakan Developer Program milik Google, ekstensi peramban yang “memfasilitasi atau memungkinkan transaksi uang nyata atas hasil prediktif” tidak lagi diizinkan tayang di Chrome Web Store. Developer diberi waktu sampai 1 Agustus 2026 untuk patuh, setelah itu ekstensi yang masih melanggar berisiko kena tindakan termasuk pencopotan dari marketplace.

Google tidak menyebut nama platform tertentu dalam kebijakan barunya, tapi waktunya jelas bersamaan dengan tekanan hukum yang makin membesar terhadap operator prediction market di Amerika Serikat, khususnya soal kontrak berbasis hasil pertandingan olahraga.

Front Hukum yang Ikut Memanas

Di New York, hakim Analisa Torres menolak permintaan Kalshi untuk menghentikan sementara gugatan negara bagian, sehingga kasusnya tetap berjalan. Pengadilan menilai hukum perjudian New York berlaku untuk kontrak event olahraga milik Kalshi. Gubernur Kathy Hochul merespons keras: “Berjudi dengan hukum kami dan kalian akan kalah. Tanya saja Kalshi.” Ia menegaskan pemerintahannya dan Jaksa Agung akan terus mengejar platform prediction market yang dianggap melanggar hukum negara bagian - termasuk gugatan terpisah yang sudah diajukan New York terhadap Coinbase dan Gemini atas tuduhan serupa.

Di Eropa, ESMA turut memberi peringatan ke Polymarket terkait aturan yang berpotensi memicu larangan akses bagi investor ritel. Ditambah lagi sengketa dengan Spotify yang menuntut Kalshi mencabut brandingnya usai skandal streaming palsu yang menyeret sebuah pasar prediksi terkait lagu di platformnya.

Balaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki

Yang menarik dari kabar ini bukan satu keputusan tunggal, melainkan polanya: regulator finansial, pengadilan negara bagian, otoritas Eropa, dan sekarang platform teknologi sekelas Google, semuanya menutup celah dari sudut berbeda dalam waktu yang nyaris bersamaan. Buat industri prediction market yang sempat dianggap area abu-abu nyaman, ruang manuver itu terlihat makin menyempit dari segala arah, bukan cuma dari satu front saja.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share