Selagi perhatian pasar tersedot ke gejolak harga Bitcoin dan Ethereum, satu sudut industri kripto justru bergerak diam-diam tapi jauh lebih dramatis secara persentase: saham yang ditokenisasi. Data dari RWA.xyz menunjukkan nilai transfer saham tokenized lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir, dari sebelumnya menjadi $8,41 miliar - lonjakan 105% yang jarang terlihat bahkan di aset kripto paling volatil sekalipun.
Bukan Cuma Angka Transfer yang Naik
Nilai aset yang didistribusikan di sektor ini ikut naik 43% menjadi $2,16 miliar, sementara jumlah pemegangnya bertambah 17% menjadi lebih dari 409.000 orang dalam periode yang sama. Tiga platform tokenisasi terbesar jadi motor penggeraknya: nilai distribusi Figure melonjak 935% dalam 30 hari, disusul Securitize dengan kenaikan 332% dan xStocks sekitar 62%. Sebagai perbandingan, nilai treasury AS yang ditokenisasi - kategori RWA terbesar - nyaris stagnan di periode yang sama, sementara pasar RWA secara keseluruhan hanya tumbuh sekitar 4% menjadi $33,5 miliar. Dalam setahun terakhir, segmen saham tokenized melesat dari sekitar $378 juta menjadi $2,16 miliar, kenaikan hampir 471%.
Bursa Lawas Mulai Merapat ke Onchain
Momentum ini tidak lepas dari langkah nyata pemain besar. Saat IPO SpaceX berlangsung, Kraken, Bybit, dan Bitget Wallet memakai infrastruktur xStocks untuk menawarkan akses pra-IPO dalam bentuk token - permintaannya bahkan melebihi jatah saham yang tersedia. Awal bulan ini, Securitize menjadi perusahaan publik pertama yang menerbitkan versi tokenized sahamnya sendiri di jaringan Solana dan Avalanche, bertepatan dengan debutnya di New York Stock Exchange. DTCC dikabarkan bersiap meluncurkan layanan sekuritas tokenized pada Oktober setelah mengantongi izin uji coba tiga tahun dari regulator. NYSE dan induknya, Intercontinental Exchange, juga tengah menyiapkan platform serupa untuk saham dan ETF tokenized, sementara Nasdaq menggandeng Kraken dan Backed. CEO ICE, Jeffrey Sprecher, bahkan mendesak regulator mengizinkan bursa tradisional menawarkan kontrak perpetual onchain 24/7 agar bisa bersaing langsung dengan platform kripto native.
Yang menarik dari tren ini bukan sekadar kenaikan angka bulanan, melainkan siapa yang mendorongnya: bukan lagi startup kripto kecil, tapi institusi keuangan arus utama yang selama ini dianggap lamban beradaptasi. Kalau DTCC, NYSE, dan Nasdaq benar-benar merampungkan rencana mereka, garis antara “pasar modal tradisional” dan “pasar kripto” bisa makin kabur dalam waktu yang jauh lebih singkat dari perkiraan banyak orang.
📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




