📅 Selasa, 28 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Hack Kripto H1 2026 Tembus $1 Miliar - Ethereum dan Solana Paling Babak Belur

Hack Kripto H1 2026 Tembus $1 Miliar - Ethereum dan Solana Paling Babak Belur

Kerugian industri kripto akibat peretasan menembus angka $1 miliar pada paruh pertama 2026. Laporan keamanan terbaru dari Blockaid mengungkap bahwa industri harus menghadapi 212 insiden keamanan hanya dalam enam bulan. Catatan ini resmi menjadi rekor jumlah insiden tertinggi dalam sejarah kripto untuk periode satu semester. Dari seluruh insiden yang terjadi, ekosistem Ethereum dan Solana menanggung pukulan finansial terberat dengan kerugian yang nyaris imbang, masing-masing senilai $332 juta dan $326 juta.

Kita bisa melihat penyebaran serangan ini dengan membandingkan data setahun ke belakang. Sepanjang tahun 2025, angka kerugian total menyentuh $2,58 miliar, tetapi kerugian sebesar itu hanya berasal dari 63 insiden. Nilainya terpusat pada peretasan bursa Bybit senilai $1,5 miliar pada kuartal pertama. Karakteristik serangan tahun 2026 bergeser ke banyak insiden eksploitasi tingkat menengah. Blockaid, mengutip langsung pernyataan CEO Ido Ben-Natan, memverifikasi bahwa eksploitasi ambang tinggi tahun ini melonjak 3,4 kali lipat dibanding setahun penuh di 2025. Di tengah sebaran serangan yang luas, kerugian tunggal terbesar semester ini jatuh pada KelpDAO yang kehilangan dana $292 juta.

Bug Kode Melawan Kompromi Kunci

Walaupun total kerugian Ethereum dan Solana hanya terpaut $6 juta, rute masuk peretas di kedua ekosistem ini berbeda. Di jaringan Ethereum, titik lemah utamanya berpusat pada bug kode atau smart contract. Proyek besar yang menjadi korban langsung dari masalah ini meliputi Humanity Protocol dan StablR. Satu-satunya anomali di ekosistem Ethereum menimpa bursa desentralisasi CoWSwap, yang dicatat Blockaid sebagai insiden besar murni akibat kesalahan pengguna, bukan dari cacat bawaan aplikasinya.

Kelemahan Solana tidak berpusat pada baris kode kontrak cerdasnya. Lebih dari 98% kerugian di jaringan Solana justru muncul dari kompromi kunci akses atau eksploitasi pada infrastruktur penandatanganan transaksi. Rentetan pencurian kunci ini dikaitkan erat dengan kelompok siber asal Korea Utara, yang membidik protokol mapan seperti Drift Protocol dan Step Finance. Meski eksploitasi kode murni masih ada di Solana, kasusnya masuk skala kecil dan hanya berdampak pada proyek seperti Raydium dan Volo.

Solana Gantikan Posisi Arbitrum

Tingkat kebocoran kunci akses yang tinggi mengubah susunan jaringan yang paling sering diretas. Angka kerugian $326 juta resmi mendorong Solana menggantikan Arbitrum sebagai ekosistem dengan kerugian terbesar kedua di industri, tepat di bawah Ethereum.

Curi Kripto $19 Juta Demi Jet Pribadi - Investigator Ini Bongkar Identitas Pelaku Lewat Video Call📌 Baca JugaCuri Kripto $19 Juta Demi Jet Pribadi - Investigator Ini Bongkar Identitas Pelaku Lewat Video Call

Bagi industri kripto, pergeseran rekor ke 212 insiden membuktikan bahwa peretas tak lagi repot mencari celah pada kode smart contract. Mereka langsung mengincar siapa pemegang kuncinya.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share