๐Ÿ“… Kamis, 5 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Hacker AI CRAFTY FALCON Incar Bursa Kripto di Hari Libur - Kuras Dompet Pakai API Korban Sendiri

Hacker AI CRAFTY FALCON Incar Bursa Kripto di Hari Libur - Kuras Dompet Pakai API Korban Sendiri

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Badan Keamanan Siber Nasional India (CERT-In) merilis peringatan resmi terkait eskalasi serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menargetkan bursa kripto dan lembaga keuangan. Kelompok peretas ini diberi nama kode CRAFTY FALCON, pembaruan dari peringatan awal yang dirilis pada Oktober 2026. Dalam edaran terbaru, bursa mata uang kripto diidentifikasi sebagai sasaran aktif bersama lembaga keuangan non-bank (NBFC), platform pinjaman digital, agregator pembayaran, dan fintech.

Data lapangan menunjukkan ancaman ini terus berjalan. Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer Sektor Finansial (CSIRT-Fin) terus menerima laporan serangan yang berhasil, bahkan dari entitas yang sebelumnya sudah menerima instruksi mitigasi awal. CERT-In menyatakan CRAFTY FALCON menyurvei target memakai kecerdasan mesin, beroperasi pada kecepatan mesin (machine speed), dan menyerang dengan memicu API pembayaran serta pencairan dana milik korban sendiri.

Menembus Sistem Produksi Lewat Kredensial Uji Coba

Alat AI digunakan pelaku untuk merekayasa balik kode aplikasi, serta membuat dan memodifikasi skrip eksploitasi dalam hitungan detik. Celah yang dieksploitasi mencakup aplikasi rentan, penggunaan kredensial bersama, dan token akses di lingkungan pengujian. Dari celah pengujian itu, peretas melompat masuk menembus sistem produksi dan infrastruktur cloud.

Peringatan ini sejalan dengan temuan firma CrowdStrike pada Oktober mengenai kelompok peretas yang memakai alat uji penetrasi AI bernama ARTEX serta model AI Claude Code untuk membobol lembaga finansial Korea Selatan. Kehadiran alat otomasi semacam ini memungkinkan eksploitasi kode dijalankan seketika saat celah ditemukan.

Serangan Akhir Pekan dan Uji Coba Nominal Kecil

Waktu penyerangan dirancang sengaja untuk memperlambat respons. CRAFTY FALCON melancarkan aksinya pada akhir pekan dan hari libur guna memperlambat deteksi tim keamanan internal korban.

Modus operandi pelaku diawali dengan uji coba transfer dana dalam nominal kecil terlebih dahulu sebelum memindahkan jumlah besar. Melalui tahapan ini, peretas mencuri private key dompet kripto, lalu menguras saldo dompet sasaran.

Tuntutan Pengawasan 24 Jam Nonstop

Merespons laju serangan berkecepatan mesin, CERT-In mengimbau bursa kripto dan penyedia jasa keuangan untuk meningkatkan pengawasan keamanan 24 jam nonstop. Regulator siber India ini juga meminta operator menurunkan ambang batas peringatan sistem serta menambah staf penjaga pada periode minim pengawasan.

Bank Prancis Beraset $235 Miliar Jadi Korban Pencurian $133 Juta - Penarikan Gelap Masih Terjadi Usai Peringatan Publik๐Ÿ“Œ Baca JugaBank Prancis Beraset $235 Miliar Jadi Korban Pencurian $133 Juta - Penarikan Gelap Masih Terjadi Usai Peringatan Publik

Bagi pengelola bursa dan penyedia platform pinjaman, ancaman CRAFTY FALCON memperlihatkan bahwa titik awal peretasan sering bermula dari kelonggaran di server pengujian. Menjaga saldo dompet kini menuntut pengetatan token akses pengujian serta kesiapan merespons serangan yang bergerak secepat mesin.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Bank Prancis Beraset $235 Miliar Jadi Korban Pencurian $133 Juta - Penarikan Gelap Masih Terjadi Usai Peringatan Publik


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share