Perdagangan perpetual saham di KalshiEX, Bitnomial Exchange, dan Coinbase Derivatives terhindar dari pembekuan kilat. Hakim Distrik AS Valerie Caproni dari Pengadilan Distrik New York Selatan (SDNY) menolak permohonan darurat penahanan sementara (TRO) dari Capital Markets Alliance Association.
Aksi hukum ini disokong bursa opsi Cboe Global Markets, pembuat pasar Citadel Securities, serta Healthy Markets Association guna menghentikan transaksi perpetual saham pada tiga bursa. Ketetapan Caproni membuat izin Commodity Futures Trading Commission (CFTC) tetap berlaku, sehingga platform terkait tetap dapat melayani perdagangan selagi proses perintah awal (preliminary injunction) berjalan.
Namun kelegaan para operator bursa bisa berumur pendek. Di balik penolakan perintah darurat, hakim meninggalkan sinyal hukum yang meragukan dasar wewenang regulator komoditas.
Kenapa Penghentian Darurat Ditolak
Caproni menolak permohonan darurat lantaran berkas deklarasi penggugat dinilai gagal membuktikan ancaman kerugian nyata yang tidak dapat diperbaiki (irreparable damage). Tanpa pembuktian kerugian yang tak terpulihkan, pengadilan menolak membekukan pasar seketika.
CEO Cboe Craig Donohue menegaskan keberatan kelompoknya bukan berakar dari persaingan komersial semata. Menurut Donohue, gugatan ditempuh demi penegakan hukum serta perlindungan investor pasar modal AS.
Sinyal Pelanggaran Wewenang CFTC
Meski menolak penghentian darurat, Caproni dalam penilaian awal melihat kubu penggugat berpeluang besar menang lewat dalil bahwa CFTC telah melampaui wewenang hukumnya.
Hakim menyatakan kontrak perpetual saham tidak memiliki klausul penyerahan masa depan (future delivery), syarat yang diwajibkan untuk klasifikasi security futures. Produk ini dinilai lebih cocok masuk definisi transaksi swap, instrumen yang berada di bawah pengawasan Securities and Exchange Commission (SEC), bukan CFTC.
CFTC sendiri merestui perpetual ekuitas pada 3 November 2026 memakai dasar Regulasi Komisi 40.3 serta Commodity Futures Modernization Act 2000. Saat itu Ketua CFTC Michael Selig berdalih bahwa instrumen baru ini berada di bawah yurisdiksi bersama antara CFTC dan SEC.
๐ Baca JugaPrancis Loloskan Kewajiban Lapor Dompet Mandiri 100.000 Euro - Keringanan Pajak Belanja Malah Ditolak
Jadwal Sidang Lanjutan
Pengadilan memberi tenggat bagi para tergugat untuk memasukkan jawaban resmi pada 6 November 2026. Pihak penggugat kemudian dijadwalkan menyerahkan tanggapan replik pada 10 November 2026.
Bagi pelaku pasar, perdagangan perpetual saham di tiga bursa masih berjalan normal untuk sementara waktu. Namun kepastian jangka panjang instrumen ini kini bergantung pada apakah hakim mempertahankan tafsir wewenangnya saat putusan perintah awal diketok.
Dilansir dari crypto.news.
Sebelumnya: CFTC Izinkan Perpetual Saham Masuk Bursa AS - Citadel dan Cboe Balas Lewat Jalur Hukum
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




