๐Ÿ“… Rabu, 12 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Hacker Korea Utara Curi Kripto $2,8 Miliar - Tapi Uangnya Kini Mengalir Lewat Sindikat Penipu Biasa

Hacker Korea Utara Curi Kripto $2,8 Miliar - Tapi Uangnya Kini Mengalir Lewat Sindikat Penipu Biasa

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Hacker Korea Utara mencuri sedikitnya $2,8 miliar aset virtual antara Januari 2024 hingga September 2025 untuk mendanai program senjata negara itu. Tapi alur pencairannya kini berubah arah. Laporan terbaru dari lembaga think tank pertahanan Inggris, Royal United Services Institute (RUSI), mengungkap rezim ini makin sering menitipkan kripto curiannya ke jaringan pencucian uang yang sama dengan yang dipakai sindikat penipu dan kelompok kejahatan terorganisir.

Pola pergeseran ini terlihat paling jelas seusai pembobolan bursa kripto Bybit senilai $1,5 miliar pada Februari 2025 lalu. Kelompok peretas Korea Utara yang dikenal sebagai TraderTraitor tak lagi mencairkan uang itu sendiri. Mereka menggunakan jasa pencuci uang profesional, meja transaksi di luar bursa (OTC), dan pedagang peer-to-peer (P2P). Banyak pelaksana di lapangan adalah warga negara China yang bekerja sepanjang waktu untuk kelompok kejahatan terorganisir memindahkan uang lintas batas.

Memecah Transaksi di Bawah Radar Bank

Untuk menghindari pemblokiran, sindikat ini memotong nilai transaksi. Penukaran di pasar P2P dieksekusi dalam nominal sekitar $7.000 per transaksi memakai stablecoin, angka yang sengaja dipasang di bawah ambang batas pemeriksaan bank. Kalaupun ada kebutuhan memindahkan dana dalam porsi lebih besar, nominalnya dibatasi maksimal sekitar $30.000 per transaksi.

Akun penampung uang fiat hasil pencairan ini juga tidak terdaftar atas nama peretas. Sindikat merekrut orang biasa atau membeli data pribadi murah untuk membuka rekening. Menurut laporan RUSI, sebagian besar identitas pinjaman ini direkrut dari negara-negara Asia, terutama Filipina, Indonesia, dan China.

Mengalir ke Rekening Rezim

Setelah menjadi uang tunai, dana itu sering disetorkan ke rekening yang dikontrol Korea Utara menggunakan kartu UnionPay dari bank-bank China. MSMT mengidentifikasi 19 bank China yang jaringannya dimanfaatkan oleh rezim ini. Firma analitik blockchain Elliptic mencatat, serah terima dana curian antar sindikat ini sering terjadi di atas jaringan Bitcoin.

Dari total $1,5 miliar yang dicuri dari Bybit, 95% di antaranya dialirkan melalui berbagai layanan terdesentralisasi. Hasilnya, seluruh dana peretasan itu sudah bersih dan ditukar menjadi uang fiat pada bulan September 2025.

Hacker Korea Utara Rakit AI Tanpa Sensor - 40 Perusahaan Kripto Desak Akses Model Frontier๐Ÿ“Œ Baca JugaHacker Korea Utara Rakit AI Tanpa Sensor - 40 Perusahaan Kripto Desak Akses Model Frontier

Pola eksploitasi ini makin menjadi standar sindikat global. Detektif on-chain @zachxbt di X baru-baru ini juga membongkar jaringan penipu asal India dengan pola serupa, yang berujung pada pembekuan dana 5,73 BTC senilai $475.000 di platform Changelly.

Apa yang Bisa Dilakukan Bursa?

Pada hari Senin, Bybit mengumumkan bahwa mereka telah menggugat peretas Korea Utara dan memenangkan perintah pembekuan aset dari pengadilan. Dari langkah hukum itu, Bybit mengamankan $48,4 juta dana yang dipulihkan dan $30,5 juta berstatus dibekukan di berbagai platform.

Tapi nilai itu hanya sekitar 5% dari total dana yang raib. Bagi industri kripto, ini menjadi peringatan nyata: ketika peretas negara menyewa jaringan penipu sipil dan ribuan rekening palsu di Asia, membekukan satu atau dua dompet blockchain tak lagi cukup untuk menghentikan aliran uangnya.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share