Kelompok peretas Korea Utara Kimsuky kini memakai kecerdasan buatan untuk merancang serangan siber. Mereka membangun tiga lingkungan AI lokal - Ollama, GPT4All, dan Msty - yang berjalan tanpa harus mengirim kueri ke penyedia eksternal. Dengan model lokal, mereka bisa menulis kode malware, menganalisis data, dan mengotomasi kampanye phishing tanpa terdeteksi oleh sistem pemantauan maupun suspensi akun dari layanan AI komersial.
Merespons taktik baru ini, Bitcoin Policy Institute memimpin lebih dari 40 organisasi aset digital mengirim surat terbuka kepada laboratorium AI terkemuka pada 10 Agustus 2026. Daftar penandatangan mencakup nama besar seperti Block, Coinbase, Strategy, MARA, Galaxy, BitGo, hingga pembuat dompet perangkat keras Trezor. Mereka mendesak agar peneliti keamanan open-source yang terverifikasi diberi akses terkontrol ke model frontier AI.
Koalisi tidak meminta akses publik tanpa batas. Permintaan spesifik mereka mencakup akses awal ke model keamanan siber frontier, jaminan kapasitas komputasi yang memadai, lingkungan riset yang aman, dan saluran komunikasi langsung dengan tim keamanan di laboratorium AI. Hingga artikel ini ditulis, belum ada lab AI yang mengumumkan program resmi untuk merespons permintaan koalisi itu.
Bukan Sekadar Ancaman Teoretis
Serangan terhadap proyek kripto tahun ini memakan biaya mahal. Data Immunefi mencatat kerugian sekitar $110 juta dari berbagai peretasan di bulan Juli 2026 saja. Hingga 3 Agustus, sudah terjadi 164 insiden keamanan. Tren ini berpeluang mencetak rekor, dengan insiden pencurian di atas $1 juta diproyeksikan mencapai 114 kasus sepanjang tahun.
Penelitian internal menunjukkan betapa cepatnya AI membedah kelemahan kode. Dalam riset berbantuan AI yang berlangsung kurang dari 30 jam, Bitcoin Red Team mendeteksi 4.962 potensi masalah di 390 proyek Bitcoin. Dari jumlah itu, 720 temuan diklasifikasikan masuk kategori keparahan tinggi atau kritis.
Kerentanan pada tingkat perangkat keras juga menambah daftar panjang kelemahan. Laporan Galaxy Research menyebut firmware dompet Coldcard menyimpan bug entropi sejak 2021 yang melemahkan proses pembuatan seed phrase. Akibatnya, pencurian yang terkonfirmasi dari celah ini sudah mencapai 1.596 BTC, dan gelombang serangan tambahan berpotensi menambah kerugian hingga 2.055 BTC.
📌 Baca JugaZachXBT Ungkap Scammer $5 Juta - Uang Curian Dipakai Pamer Barang Mewah Sambil Menertawai Korban
Modal Pertahanan Baru
Untuk mengimbangi kecepatan peretas, pelaku industri mulai menyuntikkan dana riset mandiri. Sebuah konsorsium keamanan Bitcoin - yang terdiri dari Strategy, BlackRock, Coinbase, dan enam perusahaan lain - berjanji menyediakan $15 juta selama tiga tahun ke depan khusus untuk riset keamanan jangka panjang.
Di luar konsorsium itu, Galaxy membuka dana keamanan Bitcoin terpisah senilai $5 juta. Fokus alokasi dana ini mencakup pengembangan sistem signature baru, pembuatan alat bantu migrasi dompet, pelaksanaan audit rutin, hingga riset ketahanan terhadap komputasi kuantum.
Perlombaan senjata antara peretas dan ekosistem kripto kini bergeser ke ranah kecerdasan buatan. Bila peneliti keamanan pihak ketiga terus tertinggal dari aktor negara yang bebas beroperasi tanpa pembatasan layanan komersial, lapisan pertahanan ekosistem ini akan menghadapi ujian yang berat.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




