Microsoft Threat Intelligence menemukan kampanye malware yang menggunakan teknik EtherHiding untuk menyimpan perintah jahatnya di dalam smart contract BNB Chain. Jaringan yang baru saja mengumumkan rencana membangun layer-1 baru khusus high-frequency trading pada Juli 2026 ini ternyata menjadi tempat ideal bagi peretas untuk menanam instruksi permanen. Perintah ini terhubung langsung dengan kampanye malware lama bernama ClearFake.
Meski perintahnya tersimpan kuat di dalam blockchain, akses masuk ke komputer pengguna tetap butuh satu langkah manual - dan di sinilah jebakan utamanya berada.
Taktik ClickFix dan CAPTCHA Palsu
Metode serangan ini tidak mendobrak pintu sistem paksa, melainkan menipu pengguna untuk membukanya sendiri. JavaScript yang disuntikkan ke berbagai website yang sudah dikompromisi akan memunculkan tampilan CAPTCHA palsu di layar pengunjung. Korban yang lengah lalu diarahkan untuk membuka dialog Windows Run, menempelkan teks dari clipboard komputer mereka, dan menekan Enter.
Teknik yang diberi nama ClickFix ini langsung memanggil perintah dari kontrak BNB Chain begitu dieksekusi. Selain ClickFix, peretas juga menyebar variasi lain bernama TerminalFix. Varian ini menuntun pengguna untuk membuka Windows Terminal atau PowerShell alih-alih Windows Run. Keduanya berujung pada hasil yang sama: komputer korban mengambil dan menjalankan instruksi berbahaya dari blockchain tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan standar.
Kenapa Bersembunyi di Balik Smart Contract?
Pemilihan BNB Chain sebagai tempat penyimpanan perintah bukan tanpa alasan. Menyimpan instruksi di blockchain membuat data itu hampir mustahil dihapus atau diblokir oleh otoritas keamanan. Hanya dompet kripto yang mengontrol kontrak itu yang memiliki hak untuk mengubah atau mencabut isinya. Karakteristik ini memberi peretas keunggulan taktis untuk mempertahankan infrastruktur serangan mereka dalam jangka panjang.
Penggunaan jaringan terdesentralisasi untuk mendukung aksi kejahatan siber ini melanjutkan pola lama. Pada 2016, ransomware Cerber sudah memakai blockchain Bitcoin untuk beroperasi. Jejak serupa juga terlihat pada botnet Glupteba yang aktif sepanjang 2019 hingga 2021. Bedanya, kampanye di BNB Chain ini berskala masif, menargetkan ribuan perangkat enterprise dan konsumen di seluruh dunia setiap harinya.
📌 Baca JugaBybit Seret Korea Utara ke Pengadilan AS Atas Kasus $1,5 Miliar - Hakim Sepakat Bekukan Aset
Konsekuensi Fatal di Ujung Perintah
Sekali pengguna menekan Enter dan perintah tereksekusi dengan sukses, dampaknya langsung merambat ke seluruh sistem. Peretas mendapat akses permanen ke perangkat korban. Dari titik ini, mereka bisa mengekspos kata sandi, mencuri data sensitif, hingga ujungnya menanam ransomware yang menyandera seluruh isi komputer.
Menghadapi ancaman ini, Microsoft menyarankan organisasi untuk segera membatasi penggunaan alat command-line yang tidak perlu dan mengaktifkan fitur pencatatan log pada PowerShell. Bagi pengguna internet harian, kewaspadaan tetap menjadi pertahanan paling akhir. Selama situs web tiba-tiba meminta Anda menyalin teks aneh dan menjalankannya di luar jendela browser, tutup halamannya saat itu juga.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




