📅 Minggu, 9 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
IMF Ingatkan Bahaya Stablecoin Lokal - Niatnya Tahan Dolar AS, Ujungnya Malah Bikin Makin Laris

IMF Ingatkan Bahaya Stablecoin Lokal - Niatnya Tahan Dolar AS, Ujungnya Malah Bikin Makin Laris

Niat banyak negara menerbitkan stablecoin bermata uang lokal demi menahan laju dolar AS justru berisiko memukul balik ekonomi domestik. Deputi Direktur Pelaksana Pertama IMF, Dan Katz, menegaskan bahwa kehadiran stablecoin lokal malah bisa memuluskan jalan orang-orang untuk beralih memakai dolar digital.

Masalah intinya ada pada fondasi teknologi yang dipakai. Saat stablecoin lokal dan dolar AS dibangun di infrastruktur blockchain yang sama, tembok pemisah antar-mata uang menjadi runtuh. Pengguna tidak perlu repot membuka rekening valas atau melapor ke bank. Mereka bisa langsung menukar token lokal ke dolar AS lewat bursa terdesentralisasi (DEX) atau menaruhnya di liquidity pool kapan saja. Penukaran ini terjadi mulus melompati jalur perbankan konvensional yang kerap kali sarat batasan nilai transfer.

Kenapa Mata Uang Lokal Kalah Tarung

Peringatan IMF ini bukan bersandar pada teori di atas kertas. Situasi nyata di Afrika Selatan menjadi bukti konkret bagaimana adopsi token lokal mandek ketika dihadapkan langsung dengan token global. Di sana, stablecoin berdenominasi mata uang Rand kurang diminati ketimbang token kripto yang dipatok ke dolar AS.

Kekalahan ini bersumber dari dua aspek utama: likuiditas dan daya terima lintas batas. Dolar digital memberi penggunanya keleluasaan akses ke pasar kripto global yang jauh lebih luas. Ketika pengguna masuk ke bursa terdesentralisasi, mereka menuntut aset yang mudah dicairkan dan diterima oleh banyak pihak di belahan dunia mana pun. Dalam kompetisi on-chain, mata uang lokal sering tertinggal jauh menghadapi likuiditas dolar yang tebal.

Otoritas Bisa Kehilangan Kendali Arus Modal

Tren penukaran mata uang lewat jalur on-chain ini memantik risiko lebih besar bagi bank sentral. Katz menyoroti bahwa fenomena pertukaran antar-stablecoin pelan-pelan menarik aktivitas valas keluar dari sistem perbankan tradisional.

Kalau perputaran valuta asing makin banyak terjadi di jaringan kripto, dampaknya menekan kedaulatan moneter suatu negara. Otoritas akan mengalami penurunan kemampuan dalam mengelola arus modal. Tanpa kendali yang kuat atas uang yang keluar masuk wilayahnya, bank sentral kehilangan alat untuk meredam tekanan ekonomi domestik.

Stripe Bawa Bridge Masuk Daftar Kripto Uni Eropa - Ironinya Aturan Amerika Serikat Justru Masih Mandek📌 Baca JugaStripe Bawa Bridge Masuk Daftar Kripto Uni Eropa - Ironinya Aturan Amerika Serikat Justru Masih Mandek

Sebagai langkah pencegahan, IMF menuntut otoritas nasional di berbagai negara segera mengambil tindakan. Lembaga ini mendesak pemerintah membawa seluruh titik konversi onramp dan offramp - gerbang penghubung uang fisik dan kripto - ke dalam kerangka regulasi resmi. Dengan mengatur ketat pintu konversi dan transaksi on-chain, otoritas punya sarana terakhir untuk memastikan dolar digital tidak sepenuhnya menelan dominasi uang lokal.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share