Senat Amerika Serikat boleh saja mengunci pintunya untuk masa reses Agustus, tapi industri kripto tidak peduli. CEO Coinbase Brian Armstrong terang-terangan menyatakan kecewa setelah lembaga itu gagal memajukan RUU CLARITY. Namun, alih-alih meratapi mandeknya regulasi ini, Armstrong menegaskan bahwa laju adopsi kripto tidak akan melambat.
Motor Penggerak di Luar Kongres
Armstrong memetakan tiga area spesifik yang terus berjalan tanpa perlu stempel persetujuan dari politisi Washington: sektor stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan pasar futures perpetual. Ketiga mesin ini bekerja memutar roda ekonomi terpisah dari dinamika politik.
Bagi Coinbase sendiri, sektor stablecoin berbasis USDC memainkan peran krusial dengan menyumbang estimasi pendapatan tahunan hingga $1,35 miliar. Angka ini menjadi bukti bahwa utilitas kripto di lapangan sudah terbangun dan menghasilkan perputaran uang, terlepas dari lambatnya Kongres merumuskan aturan main.
Kenapa RUU Ini Tertunda
RUU CLARITY terpaksa tertunda di Senat akibat minimnya dukungan dari politisi Demokrat. Kubu ini menolak memberi lampu hijau dan menuntut syarat yang lebih ketat sebelum meloloskan draf. Tuntutan mereka mencakup pengetatan aturan seputar potensi konflik kepentingan, perlindungan konsumen, serta pencegahan praktik keuangan ilegal. Dalam perdebatan ini, politisi Demokrat bahkan ikut menjadikan isu kepemilikan kripto Donald Trump sebagai salah satu sasaran kritik.
Institusi Keuangan Sudah Bergerak
Di saat para politisi masih berdebat, pemain keuangan tradisional mengambil langkah nyata lewat peluncuran produk money market terbiayai token oleh BlackRock. Langkah adopsi ini tidak berhenti di situ. DTCC - lembaga kliring utama di Amerika Serikat - bersiap merilis layanan tokenisasi pada bulan Oktober mendatang dengan menggandeng dua nama besar: bursa saham Nasdaq dan penerbit stablecoin Circle.
📌 Baca JugaPolisi Korsel Sewa Induk Upbit Jaga Kripto Sitaan - Imbas Lenyapnya Ratusan Bitcoin dari Brankas Aparat
Manuver BlackRock dan DTCC mengirimkan pesan tegas. Ketika pemain kelas berat memindahkan dana dan membangun infrastruktur penyelesaian transaksi di atas blockchain, penundaan undang-undang hanya menahan birokrasi di tingkat atas. Uang dari institusi kakap ini sudah menemukan jalannya. Bagi pelaku pasar kripto, realitasnya kini berbalik: pasar tradisional yang harus mengejar inovasi kripto, bukan lagi kripto yang menunggu izin pasar tradisional.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




