Mastercard meresmikan integrasi besar perdananya sejak mengakuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin BVNK senilai sekitar $1,8 miliar pada Agustus 2026. Melalui peluncuran Mastercard Global Money Platform, perusahaan menghadirkan rekening global yang menyatukan mata uang fiat dan stablecoin dalam satu antarmuka pemrograman aplikasi (API). Pelaku bisnis, institusi perbankan, dan fintech kini dapat menyimpan, mengonversi, mengelola, serta membelanjakan dua instrumen moneter itu berdampingan tanpa perlu membangun infrastruktur terpisah.
Bagi pelaku usaha dan perbankan, kehadiran platform ini memangkas kerumitan teknis pembukuan antara saldo dolar konvensional dengan dolar digital.
Jalur Konversi ke 200 Negara dan Belanja di 130 Wilayah
Jaringan transfer Mastercard Move menghubungkan sistem baru ini ke infrastruktur perbankan global. Lewat koneksi ini, saldo stablecoin dapat dikonversi lalu dikirim langsung menuju rekening bank lokal milik penerima di lebih dari 200 negara. Jangkauan pengiriman lintas batas ini diproyeksikan mencakup lebih dari 40 mata uang lokal pada 2027.
Di sisi pembayaran langsung, para pelaku usaha dapat menerbitkan kartu debit maupun kartu pembayaran berbasis saldo stablecoin. Kartu ini dapat digunakan berbelanja di jutaan merchant jaringan Mastercard pada lebih dari 130 negara, memberi jalur praktis bagi likuiditas dolar digital agar dapat dibelanjakan di toko fisik maupun lokapasar daring tanpa konversi manual.
Lima perusahaan pembayaran dan teknologi finansial tercatat sudah bergabung sebagai mitra perdana. Nuvei, Marqeta, Ontop, Beem, serta Almond FinTech kini telah mengintegrasikan API tunggal ini ke dalam infrastruktur operasional mereka guna memproses arus dana nasabah.
Mempersiapkan Dompet Transaksi untuk Agen AI
Target jangka panjang Mastercard tidak berhenti pada transaksi yang digerakkan manusia. Executive Vice President Blockchain dan Digital Assets Mastercard, Raj Dhamodharan, menyatakan bahwa platform ini dirancang untuk menyongsong era multi-money. Salah satu prioritas utamanya adalah menyediakan fondasi transaksi bagi agen kecerdasan buatan (AI) agar dapat bertransaksi mandiri atau agentic commerce, di samping mendukung instrumen simpanan tertokenisasi (tokenized deposits).
Ketika sistem AI mulai memesan inventaris, membayar komputasi, atau mengeksekusi kontrak bisnis tanpa campur tangan manusia, mereka membutuhkan rekening yang dapat diprogram. Integrasi stablecoin dan deposito tertokenisasi memberi unit kecerdasan buatan akses langsung ke ekosistem perdagangan dunia.
Persaingan Terbuka dengan Visa di Pasar Institusional
Langkah ekspansi ini memperkuat posisi Mastercard dari sisi kepatuhan regulasi. Perusahaan sebelumnya telah mengantongi New York BitLicense untuk operasional stablecoin dan deposito tertokenisasi, sebuah izin ketat yang melegalkan operasional aset digital mereka di yurisdiksi Amerika Serikat.
๐ Baca JugaKonsorsium 37 Bank Eropa Kantongi Izin Rilis Stablecoin Euro - Masuk ke Pasar $303 Miliar Milik Dolar
Kombinasi lisensi New York dan peluncuran produk baru ini menempatkan Mastercard bersaing langsung dengan platform stablecoin institusional Visa. Bagi pelaku industri keuangan, adopsi dolar digital kini bergeser menjadi kompetisi membangun infrastruktur inti yang menghubungkan uang fiat dengan aset digital di neraca harian mereka.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Wells Fargo Kelola Aset $1,9 Triliun - Sang CEO Kini Siapkan Bank Masuk Jalur Stablecoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




