Kementerian Keuangan Inggris menargetkan transaksi perdana Obligasi Pemerintah Digital atau Digital Gilt Instrument (DIGIT) bergulir pada kuartal pertama 2027. Inggris mengambil langkah awal ini demi mewujudkan ambisi menjadi ekonomi maju besar pertama yang menerbitkan obligasi negara digital, mendahului seluruh negara anggota G7 lainnya.
Platform HSBC Orion ditunjuk sebagai penerbit instrumen obligasi melalui proses lelang terbuka yang diselenggarakan pada Februari 2026. HSBC juga mengantongi persetujuan Gate 2 di Digital Securities Sandbox pada 13 Juli 2026. Status baru ini menjadikan mereka peserta pertama yang diizinkan untuk menyediakan layanan penyimpanan sekuritas digital. Untuk urusan transaksi perdagangan, pihak London Stock Exchange Group telah bersiap untuk mendaftarkan obligasi ini di bursanya.
Kendala Penyelesaian Uang Tunai
Kendala teknis utama yang belum terpecahkan hingga kini adalah tidak adanya cara standar untuk menyelesaikan pembayaran tunai atau cash leg di atas jaringan blockchain. Masalah arus dana on-chain ini telah menghambat penggunaan instrumen obligasi digital oleh kalangan institusi skala besar selama hampir tujuh tahun terakhir.
Saat ini pasar belum memiliki standar pembayaran on-chain yang berlaku umum. Inggris juga belum menetapkan aturan regulasi final maupun menerbitkan stablecoin poundsterling resmi dari pemerintah. Bank of England menargetkan tahun 2028 untuk meluncurkan layanan sinkronisasi khusus yang akan menghubungkan buku besar digital langsung dengan poundsterling di sistem penyelesaian RTGS. Untuk mengisi kekosongan sistemik ini, Bank of England berencana mengizinkan penggunaan stablecoin poundsterling dan valuta asing yang diatur di dalam ekosistem Digital Securities Sandbox.
Potensi Pasar Triliunan Pound
Pemerintah Inggris mencatat total nilai utang publik beredar yang nyaris mencapai £3 triliun, berdasarkan rilis data dari Kantor Statistik Nasional. Di sisi kesiapan penerbit, platform HSBC Orion sudah membuktikan kapasitas teknisnya dengan menangani lebih dari $3,5 miliar penerbitan obligasi digital per Februari 2026. Angka ini mencakup pencetakan instrumen dari negara, bank sentral, korporasi swasta, dan lembaga keuangan lain.
📌 Baca JugaYen Jepang Sentuh Titik Terendah Sejak 1986 - Ironinya Bitcoin Malah Pilih Buntuti Saham Chip
Kanselir Rachel Reeves telah memerintahkan jajaran kementeriannya untuk menyiapkan rincian penerbitan tambahan jika transaksi awal ini terbukti berjalan mulus. Gubernur Bank of England Andrew Bailey juga memastikan bahwa lembaganya akan bekerja agar instrumen ini kelak bisa diterima sebagai agunan dalam operasi pasar rutin mereka. Bagi perbankan dan manajer investasi, kelancaran proyek pelopor ini akan menjadi penentu apakah mereka bersedia memindahkan lebih banyak modal ke ekosistem obligasi digital.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




