📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
JPMorgan Pangkas Proyeksi Circle dan Coinbase - Kesepakatan Hyperliquid Disebut Bikin Dua Raksasa Ini Saling Sikut

JPMorgan Pangkas Proyeksi Circle dan Coinbase - Kesepakatan Hyperliquid Disebut Bikin Dua Raksasa Ini Saling Sikut

JPMorgan baru saja melempar peringatan yang bikin dua nama besar kripto gelisah. Bank raksasa itu menurunkan proyeksi pendapatan untuk Circle Internet (CRCL) dan Coinbase (COIN), dengan alasan yang cukup mengejutkan: perjanjian baru keduanya dengan bursa Hyperliquid justru melemahkan ekonomi stablecoin USDC milik Circle, dan dinilai sebagai ancaman jangka panjang yang lebih besar bagi Circle ketimbang Coinbase.

Inti masalahnya, menurut analis JPMorgan yang dipimpin Kenneth Worthington dalam laporan Selasa, adalah struktur kesepakatan yang menciptakan ‘dilema tahanan’ (prisoner’s dilemma). Alih-alih bekerja sama seperti sekutu, Circle dan Coinbase malah didorong saling bersaing memperebutkan distribusi USDC - dan dalam prosesnya, keduanya justru mengorbankan keuntungan ekonomi masing-masing.

Kenapa Hyperliquid Jadi Rebutan

Hyperliquid bukan pemain kecil. Bursa trading kripto ini memegang sekitar $6 miliar USDC, setara sekitar 8% dari total suplai USDC yang beredar menurut estimasi JPMorgan. Sepanjang Juli, ia tercatat memproses volume trading lebih dari $150 miliar, dengan rasio volume dibanding Binance naik ke 11,5% - bukti bahwa pangsa pasarnya di dunia derivatif terus membesar.

Dalam skema kerja sama baru, Coinbase akan mengklasifikasikan USDC di Hyperliquid sebagai ‘on-platform’, mengumpulkan pendapatan dari cadangan (reserve), lalu membayarkan 90% ke Hyperliquid. Padahal sebelumnya, JPMorgan memperkirakan Coinbase membagi hampir seluruh pendapatan itu secara merata dengan Circle. Selisih pembagian inilah yang menggerus kue ekonomi yang biasanya dinikmati bersama.

Tekanan Ganda buat Circle

JPMorgan memangkas estimasi laba kedua perusahaan bukan hanya karena kesepakatan Hyperliquid, tapi juga akibat pelemahan pasar kripto secara umum. Meski begitu, bank tersebut menilai suku bunga yang lebih tinggi diperkirakan tetap menopang pendapatan terkait USDC dalam jangka panjang, sehingga tak semuanya suram.

Visa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan📌 Baca JugaVisa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan

Sebagai konteks, tekanan ini muncul di tengah momentum yang sebenarnya positif buat Circle. Pekan lalu, bank investasi Jepang Mizuho menyebut persetujuan akhir dari regulator AS (OCC) untuk Circle mendirikan First National Digital Currency Bank sebagai sebuah milestone penting - meski Mizuho juga mengingatkan investor mungkin melebih-lebihkan signifikansinya. Yang jadi pelajaran di sini: di dunia stablecoin, kemitraan strategis pun bisa berubah jadi persaingan sengit begitu ada pemain ketiga yang tumbuh cukup besar untuk mengguncang keseimbangan.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share