Jaringan Cardano bersiap menyambut lonjakan kapasitas pemrosesan data. Input Output telah menyusun peta jalan peluncuran Leios yang menargetkan pertambahan volume transaksi 3 hingga 5 kali lipat pada fase perdana. Jika tata kelola menyetujui setelan parameter berikutnya, daya tampung jaringan diproyeksikan melonjak sampai 10 hingga 15 kali lipat dibanding batas saat ini.
Implementasi Leios diawali dengan hard fork Dijkstra. Pengembang kemudian menjadwalkan registrasi bagi operator stake pool (SPO), pengetesan beban transaksi di jaringan utama, serta paling sedikit dua putaran pengubahan parameter protokol. Rangkaian tahapan ini dirancang agar lonjakan throughput berjalan selaras dengan kesiapan validator.
Target Throughput dan Rekor MusashiNet
Saat ini, protokol Praos membatasi throughput Cardano pada angka 4,5 kilobyte transaksi per detik (TxkB/s). Desain awal Leios dirancang mendongkrak angka itu ke rentang 13,5 hingga 22,5 TxkB/s. Apabila fase pembuka berjalan mulus, kapasitas pemrosesan bakal kembali dinaikkan menuju 45 hingga 67,5 TxkB/s.
Hasil pengetesan di MusashiNet menjadi rujukan utama bagi target kapasitas baru ini. Jaringan uji coba itu sempat membukukan rekor pemrosesan puncak sebesar 26,8 TxkB/s. Pencapaian di lingkungan pengujian itu setara dengan 5,94 kali lipat dari daya tampung jaringan utama Cardano saat ini.
Bagaimana Sistem Suara BLS Bekerja
Agar Leios dapat diaktifkan, validator jaringan memegang peran penentu. Para operator pool wajib membuat sekaligus meregistrasikan kunci voting BLS khusus. Peluncuran ini hanya bisa dieksekusi jika pemilik 90% sampai 95% dari seluruh stake aktif telah merampungkan pendaftaran kunci baru ini.
Penggunaan tanda tangan BLS memberi ruang untuk meringkas ratusan suara validator ke dalam satu berkas sertifikat yang padat. Lewat mekanisme ini, penerbitan blok pengesah (endorser block) mewajibkan sokongan minimal 75% stake aktif. Operator yang belum sempat meregistrasikan kunci BLS masih bisa memproduksi blok Praos biasa, tetapi hak suaranya dalam endorser block Leios gugur sementara.
Ambang Persetujuan Konstitusi dan Tata Kelola
Sebelum hard fork Dijkstra resmi dieksekusi, rancangan perubahan konstitusi Cardano mesti lolos pemungutan suara terlebih dahulu. Regulasi jaringan ini mewajibkan persetujuan dari 75% stake perwakilan delegasi (DRep) serta dukungan sedikitnya dua pertiga anggota Komite Konstitusional.
Begitu urusan konstitusi tuntas, lampu hijau hard fork Dijkstra menuntut kuorum kombinasi: 60% stake DRep, 51% stake SPO, ditambah dua pertiga suara Komite Konstitusional. Jika pembaruan teknis ini sudah beroperasi, kenaikan throughput ke tahap berikutnya masih memerlukan persetujuan lanjutan sebesar 67% stake DRep.
๐ Baca JugaDulu Beli 2 Juta Koin Solana, SkyAI Kini Jual Habis dan Alihkan $201 Juta untuk Beli Balik Saham
Aturan main berjenjang menempatkan kendali kecepatan Cardano langsung di tangan para pemilik delegasi dan operator pool. Kesiapan perangkat lunak baru separuh jalan; sisanya ditentukan oleh pemenuhan kuorum dalam forum tata kelola.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




