Panel tiga hakim US Court of Appeals for the Ninth Circuit pada 28 Agustus 2026 menolak permintaan Kalshi untuk memblokir tindakan Nevada Gaming Control Board. Regulator negara bagian itu sebelumnya mengirimkan surat peringatan penghentian operasi karena Kalshi dianggap menjalankan platform taruhan olahraga tanpa lisensi lokal.
Inti persoalannya bermuara pada klasifikasi hukum. Pengadilan menemukan kontrak olahraga yang ditawarkan Kalshi kemungkinan besar bukanlah instrumen swap di bawah Commodity Exchange Act. Hakim justru menilai produk mereka memiliki seluruh ciri utama dari praktik taruhan olahraga biasa.
“CFTC bukan regulator perjudian nasional,” tulis Hakim Ryan Nelson yang merumuskan putusan. Nelson menambahkan tidak ada pihak yang menganggap lembaga pengawas berjangka itu punya wewenang mengurus judi sampai lebih dari satu dekade sejak undang-undang disahkan. Keputusan tingkat banding ini menguatkan langkah Hakim Andrew Gordon dari Pengadilan Distrik pada November 2025 yang mencabut perlindungan hukum sementara bagi Kalshi.
Dua Arah Berlawanan di Pengadilan Banding
Putusan Ninth Circuit - yang meliputi California, Nevada, Arizona, Oregon, Washington, dan enam negara bagian lain - resmi menciptakan perbedaan pandangan tajam di tubuh peradilan tingkat banding Amerika Serikat. Empat bulan lalu pada April 2026, Third Circuit memutuskan hal sebaliknya. Mereka melarang New Jersey menerapkan undang-undang perjudian lokal ke platform Kalshi karena entitas itu sudah diregulasi penuh oleh CFTC.
Analis hukum Daniel Wallach menyatakan situasi perbedaan pendapat antar wilayah sirkuit ini mendongkrak signifikan peluang peninjauan ulang oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Wallach mencatat dinamika kasus Kalshi menjadi daya tarik tersendiri karena panel Ninth Circuit yang menolak mereka seluruhnya berisikan hakim yang ditunjuk oleh mantan Presiden Trump. Dia memproyeksi Kalshi akan segera mengajukan petisi ke lembaga peradilan tertinggi.
Peta penerimaan terhadap model bisnis kontrak ini di lapangan memang terus terbelah. Ohio, New York, dan Nevada tegas menolak kehadiran Kalshi. Sebaliknya, wilayah hukum Tennessee dan Arizona memberikan perlindungan hukum supaya platform tetap beroperasi. Agenda persidangan masih menumpuk dengan dua banding terpisah sedang berjalan di Fourth Circuit untuk wilayah Maryland dan Second Circuit di Connecticut.
๐ Baca JugaCalifornia Sahkan RUU Anti-Memecoin Pejabat Lewat Voting 40-0 - Buntut Kerugian $3,2 Miliar Koin TRUMP
Batas Tipis Taruhan dan Pasar Prediksi Kripto
Urusan Kalshi berimplikasi jauh melampaui tebak skor olahraga. Kasus ini mempertanyakan di mana tepatnya garis pemisah antara derivatif keuangan yang dikawal CFTC dengan praktik judi yang dikuasai regulator lokal. Dinamika hukum serupa kini sedang dihadapi berbagai bursa kripto dan platform pasar prediksi desentralisasi Web3.
Kubu industri kripto akan sangat bergantung pada hasil akhir jika perkara ini naik ke atas. Mahkamah Agung berpotensi menetapkan apakah memprediksi peristiwa dunia bisa diakui seragam sebagai produk derivatif sah, atau justru ditindak terpisah berdasarkan yurisdiksi perjudian masing-masing negara bagian. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




