Pengeluaran melalui kartu pembayaran kripto menembus angka $759 juta sepanjang Juli 2026, mencatat lompatan 2,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini terekam dalam laporan terbaru a16z crypto yang memakai instrumen Paymentscan untuk melacak lalu lintas aktivitas on-chain kartu kripto melintasi berbagai jaringan blockchain. Lompatan volume transaksi ini menjadi tanda bahwa pengguna mulai melihat aset digital sebagai alat tukar harian, bukan lagi sekadar simpanan mati belaka.
Frekuensi gesekan kartu oleh pengguna juga terus bertambah. Jumlah pembelian bulanan mendekati angka 9 juta transaksi sepanjang Juli, melompat dari posisi 5,2 juta transaksi di bulan yang sama tahun sebelumnya. Meski nominal belanja gabungannya membengkak tajam, ukuran pengeluaran tiap kali gesek bertahan di batas wajar pembelanjaan eceran. Nilai pembelian rata-rata menempati kisaran $86 per transaksi, menandakan kripto mulai banyak dipakai membiayai kebutuhan ritel harian skala kecil.
Dolar Berkuasa Penuh, Euro Terpental
Jalur penyelesaian pembayaran kini dikuasai telak oleh pergerakan aset patokan dolar. USDC menangani 58% dari seluruh volume pengeluaran kartu kripto di bulan Juli. Tempat kedua diduduki oleh USDT dengan porsi 26%, membuat dua stablecoin ini menyapu bersih 84% total transaksi. Pada setahun sebelumnya, pangsa USDC masih berada di level 48% dan USDT menempati titik 7% - menempatkan aset terbitan Tether sebagai pemegang catatan pertumbuhan pangsa terbesar dalam periode 12 bulan terakhir.
Melesatnya volume pengeluaran dolar ini langsung memakan korban di sisi euro. Token EURe anjlok parah dari mendominasi posisi 88% di awal 2024 menjadi tersisa 2% di bulan Juli. Pergeseran lanskap pengguna turut menghantam pamor jaringan penggerak lama. Gnosis, jaringan blockchain yang dulunya mendominasi penyelesaian kartu di era awal siklus pasar, ikut merosot drastis dan kini hanya kebagian 2% volume transaksi tersisa.
Kekosongan muatan itu langsung diisi oleh jaringan layer-2 dan alternatif rantai cepat. Optimism melaju kencang memproses 29% volume kartu kripto dan mengambil posisi puncak. Urutan setelahnya dipegang seimbang oleh Solana dan Base yang masing-masing menyelesaikan aliran dana sebesar 19% pangsa aktivitas on-chain bulanan.
Masih Bayi Dibanding Jaringan Konvensional
Di balik rentetan kenaikan metrik, skala pasar kartu kripto hari ini masih jauh lebih sempit dibanding jaringan pembayaran konvensional. Sistem transaksi tradisional di ranah fiat rutin memproses perputaran uang bernilai triliunan dolar per bulan, menjadi pengingat nyata seberapa panjang jalan yang harus dilewati pelaku pasar web3 di dunia nyata.
๐ Baca JugaVisa Ditinggal BVNK ke Pelukan Mastercard - Babak Baru Perang Infrastruktur $300 Miliar
Pengembang infrastruktur terus melepas inovasi baru demi memperpendek celah jarak itu. Pada Agustus ini, proyek Morph meluncurkan model self-custodial anyar yang didesain merampungkan pembayaran ritel bisnis langsung. Kehadiran kerangka mandiri ini menjadi ujian bagi industri kripto dalam meladeni volume niaga komersial, yang kelak menentukan apakah mata uang kripto bisa menantang skala hegemoni dari raksasa penerbit kartu lama.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




