KB Kookmin Bank bersiap mengubah cara uang melintasi benua. Bank terbesar di Korea Selatan dengan aset $552,76 miliar ini akan meluncurkan layanan pembayaran lintas-batas berbasis blockchain pada Agustus 2026. Mereka menggandeng J.P. Morgan untuk memakai platform Kinexys - infrastruktur institusional untuk pembayaran dan tokenisasi yang sebelumnya bernama Onyx.
Layanan ini membuka jalur transfer ke 10 negara pada fase pertama: Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Arab Saudi, India, Thailand, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Afrika Selatan. Klien importir dan eksportir bisa mengaksesnya lewat cabang domestik maupun cabang KB di Singapura.
Menunggangi Infrastruktur Lama
Alih-alih membangun sistem yang bersaing dengan jaringan tradisional, KB Kookmin memilih jalur integrasi. Platform blockchain Kinexys menempel langsung pada SWIFT untuk menangani transfer nyaris seketika dan penyelesaian pertukaran valuta asing sepanjang hari. Keputusan ini menjadikan KB Kookmin sebagai lembaga keuangan Korea Selatan pertama yang membawa teknologi Kinexys ke meja bisnis importir dan eksportir.
Meski jaringan Kinexys aslinya mendukung banyak mata uang, layanan KB Kookmin hanya melayani transfer dolar AS di fase perdana. Rincian biaya dan batas transaksi juga belum dipublikasikan. Padahal pada Juni lalu, J.P. Morgan sudah memperluas platform mereka untuk menyelesaikan transfer dolar Australia, dolar Hong Kong, yen Jepang, yuan, dan dolar Singapura - menggenapi total delapan mata uang yang beroperasi 24 jam sehari.
Memangkas Waktu Menjadi Hitungan Menit
KB Kookmin bukan entitas pertama yang mengejar efisiensi ini. Qatar National Bank sudah menerapkan Kinexys untuk transfer klien korporasi sejak 2025, memangkas waktu pengiriman uang antarnegara menjadi hitungan menit. Jangkauan Kinexys sendiri terus meluas; pada Mei lalu, J.P. Morgan bersama Mastercard, Ripple, dan Ondo Finance menguji coba sistem pencairan surat utang lintas-batas di atas XRP Ledger.
📌 Baca JugaBank Aset $552 Miliar Buka Jalur Blockchain ke 10 Negara - Menunggangi SWIFT, Bukan Menggantikannya
Bagi KB Kookmin, blockchain kini menjadi alat kerja harian. Pada bulan Juni, bank terbesar ke-28 di Asia-Pasifik ini menerbitkan obligasi digital senilai $100 juta lewat platform Orion milik HSBC - memotong waktu penyelesaian dari lima hari menjadi tiga hari. Di saat bersamaan, divisi KB Kookmin Card mereka juga tengah menyusun sistem di jaringan Avalanche dan OpenAsset untuk menghubungkan stablecoin dengan batas kredit konvensional. Ekosistem aset digital yang dulu berada di pinggiran industri kini perlahan meminyaki roda perbankan dari dalam.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




