Infrastruktur pembayaran tradisional baru saja terhubung langsung dengan likuiditas on-chain. Visa mengumumkan pada hari Selasa bahwa para pemberi pinjaman kini bisa memakai data penyelesaian VisaNet bersama catatan blockchain untuk menilai kinerja bisnis dan menentukan syarat pembiayaan.
Pasar pinjaman di luar sistem perbankan konvensional sudah membesar. Berdasarkan data dari dasbor analitik Visa, protokol pinjaman on-chain telah memproses lebih dari $694 miliar pinjaman berbasis stablecoin sejak tahun 2020. Di pihak Visa sendiri, volume pembayaran pada lebih dari 160 program kartu yang terhubung stablecoin mencatat pertumbuhan hampir 200% dari tahun ke tahun.
Ujian Nol Gagal Bayar
Konsep penggabungan dua jaringan berbeda ini langsung diuji di lapangan. Visa menggandeng Credit Coop sebagai contoh awal penerapan model pembiayaan baru itu. Credit Coop bertugas menyediakan modal kerja dan pembiayaan penyelesaian transaksi menggunakan smart contract guna mengotomatisasi pendanaan, manajemen agunan, dan proses pembayaran.
Catatan dari operasi awal ini menyentuh angka solid. Model pembiayaan bersama Credit Coop sudah menyalurkan lebih dari $2,5 miliar volume penyelesaian kumulatif sejak tahun 2023, dengan tingkat gagal bayar (default) nol. Pencapaian kredit ini berjalan selaras dengan pertumbuhan transaksi stablecoin di dalam jaringan Visa, di mana volume penyelesaian stablecoin mereka naik lebih dari 15 kali lipat menembus laju tahunan di atas $20 miliar.
Membidik Pasar Kredit $40 Triliun
Ekspansi alat pendukung Visa di sektor Web3 terus dirangkai sepanjang tahun. Pada bulan April, perusahaan menambahkan lima blockchain baru - Arc, Base, Canton, Polygon, dan Tempo - ke dalam program penyelesaian mereka. Penambahan jaringan itu membuat total blockchain yang didukung menjadi sembilan, dengan laju penyelesaian tahunan menyentuh angka $7 miliar pada saat pengumuman bulan April lalu.
Tiga bulan berselang, tumpukan infrastruktur makin lengkap. Pada bulan Juli, Visa meluncurkan platform stablecoin khusus untuk bank dan perusahaan fintech yang menggabungkan fungsi penerbitan token, dompet digital, rute transfer, serta manajemen kas perusahaan (treasury) dalam satu wadah.
๐ Baca JugaCZ Prediksi IPO Pindah ke Blockchain - Padahal Prancis Sudah Cetak Sejarah โฌ2,07 Juta Lewat Saham Tertoken
Kepala Global Produk Pertumbuhan dan Kemitraan Visa, Rubail Birwadker, menyebut stablecoin mengubah cara uang bergerak dan menciptakan peluang untuk mendesain ulang infrastruktur di balik pembayaran. Pandangan ini sejalan dengan argumen Visa pada Oktober lalu, saat mereka memproyeksikan bahwa pinjaman stablecoin bisa membawa sebagian dari pasar kredit global senilai $40 triliun ke blockchain. Dengan sistem pelaporan kredit hibrida yang kini beroperasi, pintu gerbang untuk modal institusi itu makin lebar terbuka.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




