📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Korea Selatan Kunci Uang Subsidi di Blockchain - 500 Ribu Warga Masuk Eksperimen CBDC Fase 2

Korea Selatan Kunci Uang Subsidi di Blockchain - 500 Ribu Warga Masuk Eksperimen CBDC Fase 2

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bank of Korea kembali memanaskan mesin Project Hangang. Mulai September 2026, bank sentral Korea Selatan ini meluncurkan fase kedua uji coba Central Bank Digital Currency (CBDC) dengan target 500.000 pengguna. Angka itu jauh melesat dari fase pertama yang hanya melibatkan 81.000 pengguna pada pertengahan 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur baru Shin Hyun-song, proyek ini langsung menjadi pusat kebijakan utama sejak April lalu.

Fase pertama melibatkan 7 bank dan 12.000 merchant, mencetak 114.880 transaksi dengan biaya infrastruktur bank kolektif menembus 35 miliar won. Namun, hanya 42% peserta yang benar-benar membelanjakan token mereka. Belajar dari situ, fase kedua hadir tanpa tanggal penutup tetap. Sembilan bank kini turun tangan, termasuk tambahan Gyeongnam Bank dan iM Bank.

Fitur baru yang ditawarkan meliputi otentikasi biometrik sidik jari, transfer P2P, isi ulang otomatis, hingga pembayaran bunga. Desain jaringannya menempatkan Bank of Korea sebagai penerbit wholesale CBDC antar institusi, sementara bank komersial menciptakan deposit token untuk dipakai konsumen - skema yang sering disebut sebagai jalan tengah antara CBDC dan stablecoin.

Uang Subsidi Bersyarat

Terobosan utama di fase kedua ini ada pada penyaluran subsidi pemerintah. Untuk pertama kalinya, subsidi didistribusikan memakai programmable token. Artinya, dana subsidi dikunci ketat untuk tujuan, vendor, dan jangka waktu tertentu.

Skema uang bersyarat ini memicu kritik keras karena berpotensi membuka jalan bagi kontrol pengeluaran. Saldo bisa dibuat kedaluwarsa jika tak dipakai, kategori belanja dibatasi, hingga pembekuan wallet tanpa perintah pengadilan. Setiap transaksi juga tercatat abadi di ledger yang bisa dibaca bank sentral. Sebagai preseden global, China sudah menerapkan batas kedaluwarsa pada stimulus digital yuan mereka.

AS Hantam Kanada dengan Tarif 50% - Kenapa Pasar Kripto Justru Ikut Kena Getahnya📌 Baca JugaAS Hantam Kanada dengan Tarif 50% - Kenapa Pasar Kripto Justru Ikut Kena Getahnya

Dua Arah yang Berlawanan

Di luar sektor publik, Hana Bank mulai merancang sistem stablecoin berbasis won yang dipatok 1:1. Proyek swasta ini berjalan paralel dengan legislasi yang sudah diperdebatkan sejak pertengahan 2025. Kementerian Keuangan Korea juga merencanakan pembaruan Undang-Undang berusia 76 tahun untuk mengklasifikasikan kripto sebagai aset nasional.

Sementara Korea Selatan menggenjot adopsi, Amerika Serikat bergerak ke arah yang bertolak belakang. Larangan penerbitan CBDC di AS selama empat tahun baru saja berlaku pada 11 Juli 2026. Bagi 500.000 warga Korea Selatan September nanti, dompet digital mereka adalah batas tipis antara efisiensi penyaluran bantuan dan pengawasan penuh dari negara.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share