📅 Minggu, 26 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Korea Utara Tangkap Bekas Peretas Negaranya Sendiri - Bobol Dua Bank Pemerintah dan Cuci Uangnya Lewat Kripto China

Korea Utara Tangkap Bekas Peretas Negaranya Sendiri - Bobol Dua Bank Pemerintah dan Cuci Uangnya Lewat Kripto China

📚 Istilah di Artikel Ini:

Korea Utara dilaporkan menahan sekelompok mantan operator siber negara dan spesialis IT yang meretas dua bank milik pemerintah. Kelompok ini menargetkan operasi mereka pada jaringan internal Bank Sentral Korea Utara serta Bank Perdagangan Luar Negeri. Dana curian dari kedua bank itu kemudian dikonversi ke dalam bentuk kripto, lalu diproses dan dicuci melalui jaringan broker yang berbasis di China.

Kabar penangkapan ini terungkap pertama kali melalui laporan Daily NK, media asal Seoul yang mengandalkan jaringan sumber di dalam wilayah Korea Utara. Mengutip seorang sumber anonim di ibu kota Pyongyang, operasi penangkapan para mantan pekerja siber ini sudah dijalankan oleh pihak keamanan. Laporan semacam ini sulit diverifikasi pihak independen karena ketatnya pembatasan akses informasi dari dan menuju negara itu.

Senjata Siber yang Makan Tuan

Apabila kabar penangkapan ini dikonfirmasi, kejadian ini akan tercatat sebagai kasus yang langka. Para operator siber negara yang sebelumnya dilatih oleh Korea Utara kini dituduh mencuri dana dari pemerintah mereka sendiri, bukan lagi berfokus pada target asing. Selama ini, otoritas Pyongyang selalu dituduh berada di balik kelompok peretas negara yang merampas aset digital dari berbagai perusahaan kripto asing.

Operasi peretasan internasional itu dijalankan demi mendatangkan modal bagi negara, sebagai salah satu taktik untuk menghindari sanksi internasional. Fakta bahwa kelompok pekerja IT ini sekarang membobol institusi keuangan mereka sendiri menunjukkan adanya pergeseran sasaran. Mereka tetap mengandalkan metode yang sama, yakni memindahkan uang curian lewat broker China guna menghilangkan jejak pergerakan kripto.

Mencari Peluang di Luar Perintah

Laporan soal penangkapan di Pyongyang ini menambah daftar kejadian yang melibatkan pekerja siber asal Korea Utara pada bulan-bulan sebelumnya. Sebagai konteks tambahan, terungkap juga fakta bahwa perusahaan Consensys tanpa sadar telah mengoutsourcing pekerjaan pengembang mereka kepada warga Korea Utara. Warga dengan spesialisasi IT ini terus mencari cara menembus proses rekrutmen untuk bekerja di berbagai proyek global.

Triple-A Kebobolan $9,7 Juta di 6 Blockchain - Tapi Hacker Kumpulkan Semua Uangnya di Satu Jaringan📌 Baca JugaTriple-A Kebobolan $9,7 Juta di 6 Blockchain - Tapi Hacker Kumpulkan Semua Uangnya di Satu Jaringan

Ketika kemampuan membobol sistem perbankan dan mencuci uang melalui kripto sudah dikuasai, para pekerja ini mulai bergerak di luar instruksi negara. Ancaman kehilangan aset bagi otoritas Korea Utara pada akhirnya tidak selalu datang dari luar negeri - kadang ancaman itu bersumber dari bekas ahli IT yang mereka latih sendiri.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share