Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpelès, menyatakan bahwa Ledger sudah mengetahui keberadaan implan mata-mata tingkat lanjut di perangkat kerasnya sejak Maret 2026. Lewat cuitan di platform X yang dikutip Cointelegraph, ia menyebut situasi itu sebagai “five-alarm fire in the making” - kebakaran besar yang semestinya sudah bisa diprediksi. Karpelès mengkritik keras respons Ledger yang ia nilai terlambat dan tidak memadai.
Pernyataan Karpelès menyoroti kembali pengungkapan publik mengenai chip mata-mata pada reseller hardware wallet Ledger. Kritik ini mencuat saat publik mulai mempertanyakan kecepatan produsen dompet fisik dalam bertindak ketika integritas produk mereka terganggu.
Reseller Diminta Setop Usai Eksploitasi $4,9 Juta
Sebelum kritik Karpelès mencuat, Ledger telah mengambil langkah darurat terhadap peredaran perangkat yang bermasalah. Perusahaan meminta reseller di Asia Tenggara dan Hong Kong menghentikan penjualan hardware wallet mereka. Permintaan setop jual ini menyusul laporan adanya chip mata-mata yang menyusup ke unit yang dijual lewat reseller resmi.
Dampak dari implan mata-mata itu bukan sekadar kekhawatiran teknis. Dalam insiden sebelumnya, seorang penipu kehilangan Bitcoin senilai sekitar $4,9 juta setelah dieksploitasi balik melalui chip mata-mata yang tertanam di dompet Ledger yang ia beli. Kasus itu membuktikan perangkat fisik yang dimodifikasi pihak luar mampu menguras aset digital milik penggunanya.
Di tengah skandal perangkat keras yang belum reda, Ledger tetap melanjutkan agenda bisnisnya. Perusahaan merilis ponsel kripto Atom seharga $849 ke pasar. Peluncuran ponsel pintar itu menuai perhatian karena berlangsung berdekatan dengan sorotan publik atas celah pengawasan pada jalur distribusi perangkat keras mereka.
Siapa yang Membunyikan Alarm
Pernyataan ini menarik perhatian luas karena figur yang melontarkannya memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah kerentanan kripto. Mark Karpelès merupakan mantan CEO Mt. Gox, bursa Bitcoin terbesar yang tumbang akibat skandal kebangkrutan pada 2014. Akibat kasus kebangkrutan bursa itu, Karpelès sempat ditangkap penegak hukum di Jepang.
Setelah melewati masa kontroversial terkait Mt. Gox, Karpelès kini aktif berkomentar mengenai isu keamanan di industri kripto. Pengalaman menghadapi skandal besar membuat pandangannya terhadap kelambanan Ledger mendapat sorotan serius dari komunitas dan pelaku industri.
📌 Baca JugaHyperbridge Kebobolan 1 Miliar DOT Sekali Serang - Kerugian Belum Pasti Tapi Tekanan Harga Mengintai
Pelajaran bagi Pemegang Dompet Fisik
Pengungkapan soal implan mata-mata sejak Maret 2026 membawa pesan penting bagi pemakai hardware wallet. Keamanan dompet fisik tidak hanya bertumpu pada sistem software, melainkan juga pada kebersihan rantai pasok hingga unit sampai ke tangan pembeli. Kelambanan respons produsen memperbesar risiko bagi pengguna yang tidak menyadari perangkatnya telah disusupi.
Bagi pemilik aset kripto, kritik Karpelès menegaskan pentingnya memeriksa sumber pembelian perangkat mereka. Membeli dari jalur resmi, mewaspadai unit dari reseller yang belum terverifikasi, serta memantau pembaruan keamanan produsen menjadi langkah mendasar agar aset tetap terlindungi.
Dilansir dari @Cointelegraph di X.
Baca juga: Google Pangkas Galat Kuantum 40 Kali Lipat - Enkripsi Bitcoin Kini Butuh Kurang dari 500.000 Qubit
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




