Polygon Labs merampungkan akuisisi Coinme, penyedia pembayaran kripto berlisensi Amerika Serikat yang mengantongi izin di 48 negara bagian dan akses ke 50.000 gerai tunai. Kesepakatan ini memberi Polygon kemampuan menangani konversi antara uang fiat, stablecoin, dan kripto menggunakan sumber dayanya sendiri tanpa perantara luar.
CEO Polygon Labs Marc Boiron menegaskan perubahan haluan perusahaannya: “Kami sudah lama tidak menganggap diri kami bersaing dengan blockchain lain - kami adalah perusahaan berbasis pembayaran yang menggunakan blockchain untuk memindahkan uang.” Manajemen memproyeksikan bisnis pembayaran teratur ini mulai menghasilkan laba pada 2027. Namun perubahan identitas itu menempatkan Polygon berhadapan langsung dengan pasar pembayaran yang dikuasai Visa dan Stripe.
Berapa Jarak Polygon dari Pemain Lama
Volume pembayaran Visa pada tahun fiskal 2025 mencapai $12,3 triliun, sedangkan Stripe mencatat $1,9 triliun. Angka itu memperlihatkan skala pasar yang kini dibidik Polygon saat perjalanannya baru dimulai. Pada saat bersamaan, para pemain mapan justru bergerak merambah teknologi terdesentralisasi: Visa memperluas jaringan penyelesaian stablecoin ke Polygon, Stripe membangun pembayaran stablecoin sendiri, dan Swift mengembangkan infrastruktur blockchain bersama jajaran bank besar.
Integrasi terpadu pada platform pembayaran Polygon sendiri belum dibuka untuk pelanggan umum karena statusnya masih dalam tahap technical preview. Empat mitra awal mulai menguji coba infrastruktur baru ini: Tazapay pada pembayaran lintas batas, Mesh untuk jaringan pembayaran kripto, Toku untuk payroll global, serta Kira pada sektor infrastruktur pembayaran.
Mengunci Pelanggan dari Tawaran Rival
Di balik ambisi masuk ke arena pembayaran dunia, ada motif defensif terhadap blockchain lain yang ingin diselesaikan Boiron. Selama ini, menurut Boiron, rival blockchain kerap menawarkan insentif finansial kepada perusahaan pembayaran agar memindahkan volume transaksi keluar dari Polygon. Lewat kepemilikan atas Coinme, Polygon kini memegang hubungan langsung dengan pelanggan, menutup celah bagi para pesaing untuk merebut arus transaksi lewat iming-iming dana.
Perputaran ekonomi dari transaksi riil itu juga mulai memberi dampak langsung ke kas jaringan. Biaya transaksi di blockchain Polygon saat ini sudah mengimbangi emisi token-nya, dengan jutaan dolar biaya tambahan yang mengalir langsung ke validator dan staker.
Bagi validator maupun pemegang token di ekosistem Polygon, arah baru ini mengubah tolok ukur kesuksesan: pembuktian bukan lagi adu klaim teknologi antar-rantai, melainkan seberapa banyak transaksi uang nyata yang mampu mereka pertahankan sebelum target laba 2027 tiba.
๐ Baca JugaSolana Dua Tahun Bebas Mati Jaringan - Tapi Fidelity Ingatkan Penumpukan di Segelintir Validator
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Aptos Enkripsi Transaksi di Mainnet Demi Tangkal Bot MEV - Tapi Token APT Turun 11%
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




