Kepanikan pasar melikuidasi lebih dari $1,3 miliar posisi leverage long hanya dalam rentang waktu lima jam setelah peretasan multi-miliar dolar Binance terungkap. Sejumlah penyedia data bahkan mencatat angka likuidasi menyentuh $1,49 miliar, seiring jatuhnya harga Bitcoin mendekati $77.000 dan penurunan token BNB lebih dari 8% dalam 24 jam.
Sentimen pasar langsung anjlok ke titik terendah dalam dua bulan terakhir. Indeks Fear and Greed Bitcoin merosot ke angka 30 dengan kategori ‘fear’, level paling rendah sejak 14 Agustus. Gelombang jual juga memukul sektor decentralized finance (DeFi), dengan harga token Uniswap (UNI) turun 10,4% ke $6,48 dan Aave (AAVE) merosot 11,3% ke $118,54.
Namun tekanan di pasar spot hanyalah awal, karena pergerakan aset curian segera memicu tindakan darurat di berbagai protokol terdesentralisasi.
Pelarian $158 Juta ke Uniswap dan Respons Arbitrum
Peretas langsung melepas aset curian di bursa terdesentralisasi seperti Uniswap. Pelaku menukar token-token yang bisa dibekukan oleh penerbit terpusat, meliputi UNI, ENA, PEPE, LINK, AAVE, ONDO, dan WLD senilai total $158,25 juta, menjadi 70.480 ETH demi menghindari pemblokiran.
Langkah pencegahan datang dari jaringan layer-2. Dewan Keamanan Arbitrum (Arbitrum Security Council) mengeksekusi transaksi darurat untuk membekukan dana sekitar $30,5 juta dari alamat peretas, yang terdiri atas 74,6 juta token ARB dan 8.425 ETH.
Aave dan Kamino Membekukan Pasar Pinjaman
Melihat perpindahan dana dan fluktuasi pasar, protokol pinjaman Aave membekukan sementara setoran dan pinjaman baru di pasar V3 dan V4 pada mainnet Ethereum sebagai langkah pencegahan. Pihak Aave memastikan kontrak inti protokol tetap aman dan fasilitas penarikan dana tetap terbuka bagi pengguna.
Di jaringan Solana, protokol Kamino mengambil kebijakan serupa. Pengelola Kamino menghentikan sementara pasar pinjaman SOL/BTC demi memitigasi risiko volatilitas harga dan paparan sistemik.
Taksiran Kerugian dan Ketahanan Rekan Perdagangan
Skala peretasan memunculkan dua taksiran berbeda. Binance memperbarui jumlah aset curian yang berhasil diverifikasi dan dibekukan menjadi $3,0 miliar, naik dari angka awal $2,54 miliar. Di sisi lain, firma analitik Chainalysis memperkirakan total kerugian mencapai $5,912 miliar. Untuk melakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh, Binance menangguhkan sementara proses deposit dan penarikan, serta menegaskan komitmen menanggung seluruh kerugian melalui dana darurat SAFU.
๐ Baca JugaPencarian Bitcoin di Google Sentuh Titik Terendah 5 Tahun - Padahal Harga Bertahan Dekat $81.000
Keterpaparan dana juga menyentuh perusahaan pembuat pasar (market maker). Wintermute mengonfirmasi memiliki eksposur di bawah 20% dari ekuitas bersihnya di Binance, sementara GSR mencatat eksposur di bawah 5% ekuitas bersih. Kedua perusahaan memastikan operasional perdagangan mereka tetap berjalan stabil.
Bagi pelaku pasar dan pengguna DeFi, peristiwa ini memperlihatkan bagaimana gangguan pada bursa terpusat bisa langsung membatasi akses likuiditas di jaringan terdesentralisasi. Penarikan di Aave memang masih dibuka dan dana SAFU disiapkan, tetapi penutupan pasar pinjaman membuktikan bahwa saat guncangan datang, perlindungan risiko di level protokol kerap menuntut pengorbanan fleksibilitas bertransaksi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Hot Wallet Binance Dibobol Hingga $5,8 Miliar Lewat EIP-7702 - Penerbit Stablecoin Bekukan $2,5 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




