Antara $5,57 miliar hingga $5,84 miliar aset kripto lenyap dari dompet panas (hot wallet) Binance di jaringan Ethereum, Arbitrum, dan Avalanche. Data on-chain dan Arkham Intelligence mencatat insiden ini sebagai pembobolan terbesar dalam 18 tahun sejarah industri kripto. Pelaku menguras saldo lewat delegasi EIP-7702, lalu memindahkan 167.464 ETH serta puluhan token ke dompetnya. Skala peretasan memicu respons pertahanan di berbagai protokol.
Bagaimana Celah EIP-7702 Menguras Saldo Tanpa Tanda Tangan
Tiga menit sebelum aksi pengurasan saldo dimulai, alamat penyerang menerima pendanaan awal melalui protokol mixer privasi Tornado Cash. Berbekal dana awal itu, pelaku mengaktifkan delegasi kontrak berbasis EIP-7702. Fitur Ethereum ini memungkinkan dompet biasa menjalankan kode kontrak pintar permanen, sehingga transfer lanjutan diotorisasi tanpa memerlukan tanda tangan tambahan dari pemilik asli dompet.
Dompet peretas kemudian memindahkan cadangan aset Binance dalam jumlah masif. Arkham Intelligence mencatat pemindahan aset mencakup $1,45 miliar Bitcoin (BTC), $875 juta Ethereum (ETH), $1,57 miliar hingga $1,615 miliar USDT, $823 juta USDC, $234 juta TRX, dan $88,5 juta RLUSD. Pelaku juga memegang token altcoin bernilai puluhan juta dolar yang belum sempat dilepas, termasuk 217,49 juta ENA dan 7,57 triliun PEPE.
Rebutan Waktu di Protokol DeFi Sebelum Pembekuan
Peretas berupaya melarikan dana dengan menukar stablecoin yang dapat dibekukan menjadi Ethereum melalui bursa terdesentralisasi Uniswap. Pelaku menukar 36 juta RLUSD menjadi 15.439 ETH sebelum sisa saldo dibekukan. Di protokol pinjaman DeFi, pelaku menyetorkan 60 juta USDT ke Aave V3 untuk meminjam 19.762 ETH. Aksi ini memaksa Aave membekukan sementara pasar V3 di mainnet Ethereum dan Avalanche, sementara protokol Kamino di Solana ikut menangguhkan pasar pinjaman SOL/BTC.
Penerbit stablecoin bergerak cepat membekukan alamat peretas. Tether membekukan lebih dari $1,567 miliar USDT, Circle membekukan $823 juta USDC, dan Ripple membekukan sekitar $200 juta aset termasuk RLUSD. World Liberty Financial serta BitGo turut membekukan masing-masing $27 juta USD1 dan $2 juta WLFI. Manajemen Binance mengonfirmasi total aset curian yang dibekukan para penerbit stablecoin mencapai lebih dari $2,4 miliar hingga $2,54 miliar.
Penarikan Ditutup Sementara, Cadangan SAFU Disiapkan
Setelah jalur stablecoin utama tertutup, peretas mulai melepas aset altcoin di on-chain seperti PEPE, UNI, dan LINK demi mendapatkan ETH. Di sisi lain, Binance menutup sementara operasional penarikan dana nasabah hingga penyelidikan keamanan tuntas.
๐ Baca JugaPolymarket Hentikan Perdagangan Usai $2,68 Juta Saldo Terkuras - Celah Berasal dari Skrip Pemantau Pihak Ketiga
Bagi nasabah Binance, kabar penangguhan penarikan diiringi penegasan pimpinan bursa. Co-founder Binance Changpeng Zhao (CZ) dan Co-CEO Yi He memastikan dana pengguna tetap aman dalam skema SAFU serta ditanggung penuh cadangan darurat. Pemulihan akun kini bergantung pada rampungnya penyelidikan, sementara pergerakan sisa aset curian terus dipantau di jaringan blockchain.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Aplikasi Internal Bithumb Ditembus Peretas - Saldo Kripto Nasabah Dipastikan Tak Tersentuh
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




