Senator Lummis baru saja merilis draft terintegrasi Clarity Act yang menyatukan versi Senate Banking dan Agriculture Committee pada Rabu 22 Juli 2026. Namun upaya penyatuan RUU panjang ini langsung membentur penolakan.
Tujuh senator Demokrat kunci - Alsobrooks, Booker, Cortez Masto, Gallego, Hickenlooper, Warner, dan Warnock - merilis pernyataan bersama yang menilai draf ini masih memiliki celah pada bagian etika konflik kepentingan dan pencegahan uang ilegal.
Perdebatan paling alot justru bukan soal kripto itu sendiri, melainkan siapa yang berhak menindak pejabat federal.
Batas Merah Wewenang Jaksa Agung
Inti sengketa ini bermuara pada wewenang jaksa agung negara bagian. Lummis menyebut wewenang ini sebagai batas merah mutlak bagi draf undang-undang. Anggota senat maupun Gedung Putih menolak keras gagasan bahwa mereka bisa dituntut lewat jalur perdata maupun pidana oleh jaksa agung dari negara bagian lain atas pelanggaran etika.
Padahal klausul etika ini dirancang mengikat banyak petinggi negara. Aturannya akan berlaku bagi presiden, anggota parlemen, serta hakim federal tinggi mulai dari pengadilan distrik, banding, pengadilan perdagangan internasional (CIT), hingga Mahkamah Agung, beserta pasangan mereka masing-masing. Senator Bernie Moreno bahkan menyebut klausul ini sebagai bahasa etika paling kuat dalam sejarah hukum Amerika Serikat.
Tapi kubu Demokrat melihat celah bahaya. Senator Warren menunjuk bisnis kripto Trump - yang mencakup penerbit stablecoin dan perusahaan memecoin dengan koin bernama sang presiden - sebagai contoh nyata. Warren mengingatkan bahwa draf saat ini membiarkan Trump meneruskan bisnis kriptonya, sementara Departemen Kehakiman berpotensi mengabaikan setiap aktivitas tak patut yang ia lakukan.
Jalan Tengah yang Masih Mentah
Senat mencoba menawarkan opsi agar pembahasan tidak mandek. Mereka mempertahankan ketentuan bahwa jaksa agung negara bagian tetap berhak menggugat bursa kripto yang mendaftarkan aset milik entitas pelanggar aturan etika. Draf yang belum final ini juga memasukkan larangan penipuan ATM kripto atas permintaan langsung penegak hukum, serta pelindung hukum bagi platform kripto yang membekukan dana dari transaksi mencurigakan.
📌 Baca JugaRugi $600 Ribu dari Kripto - Petahana Michigan Ini Malah Disuntik Dana $986 Ribu oleh PAC Fairshake
Ada pula ketentuan penyeimbang baru soal komisioner. SEC dan CFTC kini wajib berkonsultasi dengan partai minoritas saat memproses nominasi baru.
Kalender Senat Terus Menyusut
Masalah terbesar Clarity Act sekarang adalah waktu. RUU ini butuh minimal 60 suara untuk bisa lolos. Sementara itu, seluruh anggota senat dijadwalkan meninggalkan ibu kota pada 7 Agustus untuk memulai reses musim panas.
Jadwal pemungutan suara di lantai senat makin tidak menentu. Ketidakhadiran sejumlah anggota senat untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham pekan depan membuat ruang negosiasi RUU ini terus menyusut.
Sebuah RUU kripto untuk merapikan pasar digital justru tersandera oleh urusan saling awas antar pejabat. Regulasi yang paling ditunggu industri tampaknya masih harus mengantre sampai urusan etika birokrasi beres.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




