Sebanyak 35 korban penipuan akhirnya mendapatkan kembali uang mereka senilai total $171.332. Attorney General Arizona, Kris Mayes, mengumumkan pengembalian dana utuh ini pada 12 Agustus 2026. Dana ini bisa ditarik kembali karena pemberlakuan House Bill 2387, aturan yang menekan operator ATM kripto untuk menanggung kerugian pelanggan baru yang terkena penipuan.
Undang-undang yang berlaku efektif sejak 26 September 2025 ini mendefinisikan pelanggan baru sebagai pengguna yang riwayat transaksinya dengan operator terkait masih di bawah 10 hari. Korban wajib menghubungi pihak operator sekaligus penegak hukum dalam rentang 30 hari sejak transaksi terjadi. Aturan ini menetapkan batas harian yang ketat: pelanggan baru hanya boleh bertransaksi maksimal $2.000, sementara batas untuk pelanggan lama dipatok pada $10.500.
Berbeda Arah dari Tren Nasional
Pendekatan Arizona ini berlawanan dengan reaksi mayoritas negara bagian di Amerika Serikat. Saat angka penipuan melompat, banyak yurisdiksi memilih jalan pintas berupa pelarangan operasi. Minnesota dan Indiana mengambil langkah ekstrem dengan melarang total semua ATM kripto beroperasi di wilayah mereka. Tennessee menyusul dengan larangan serupa, sementara Georgia menerapkan pembatasan operasional. Di wilayah lain, jaksa wilayah Missouri bahkan langsung menggugat CoinFlip selaku salah satu penyedia mesin terbesar.
Arizona mengambil sikap berbeda. Mereka menetapkan model regulasi yang diimbangi kewajiban restitusi, menolak pemblokiran industri menyeluruh. Beban keamanan kini digeser ke pundak operator, yang diwajibkan mengoperasikan layanan dukungan pelanggan 24 jam dengan nomor bebas pulsa. Operator juga harus membekali mesin mereka dengan sistem analitik blockchain untuk mendeteksi dompet digital penipu serta mencetak bukti transaksi fisik di setiap pembelian.
Kerugian Tiga Ratus Juta Dolar
Data Federal Bureau of Investigation (FBI) memperlihatkan alasan di balik kepanikan nasional ini. Sepanjang tahun 2025, biro ini menerima lebih dari 13.400 aduan terkait kejahatan di ATM kripto. Total kerugian korban menembus batas $388 juta, melonjak 58% dari catatan tahun sebelumnya. Laporan yang sama membongkar fakta bahwa kelompok lanjut usia adalah target empuk, dengan lebih dari separuh korban penipuan berumur di atas 50 tahun.
๐ Baca JugaTrump Digugat Jual Akses Kilat Truth Social $100.000 Sebulan - Firma HFT Kini Tahu Kebijakan AS Lebih Dulu
Bagi negara bagian lain, menutup paksa akses mesin dianggap solusi termudah untuk memangkas aduan warga lansia. Arizona membuktikan bahwa pengawasan ketat bisa menjamin keamanan pengguna rentan tanpa harus mengorbankan akses publik terhadap kripto. Bagi 35 orang yang dompetnya terisi kembali hari ini, jaring pengaman bernama regulasi ini terbukti berfungsi.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




