📅 Jumat, 24 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Minyak Tembus $100 Usai Trump Ancam Serang Iran - Tapi Imbasnya Justru Tekan Bitcoin ke Bawah $65.000

Minyak Tembus $100 Usai Trump Ancam Serang Iran - Tapi Imbasnya Justru Tekan Bitcoin ke Bawah $65.000

Bitcoin langsung jatuh ke bawah $65.000 pada 23 Juli 2026, menyentuh titik terendah $64.799 di bursa Bitstamp. Penurunan harian 1,5% ini didorong oleh memanasnya ketegangan geopolitik yang memicu aksi jual di pasar aset berisiko.

Kepada Axios, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan yang mengubah arah pasar: “Saya sedang mempertimbangkan serangan besar. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap untuk itu.”

Pernyataan itu segera menyebar dan direspons cepat oleh pasar komoditas.

Krisis di Laut Merah

Di waktu yang berdekatan, kelompok Houthi melancarkan serangan nyata ke jalur energi global. Dua tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, diserang di Laut Merah menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Selat Bab el-Mandeb kini menjadi titik kritis konflik bersenjata, memaksa ribuan kapal mengubah haluan pelayaran mereka untuk menghindari zona bahaya.

Data pasokan minyak merespons kondisi itu. Analis UBS melaporkan aktivitas pemuatan minyak di kawasan Teluk merosot menjadi 2,5 juta barel per hari, jauh dari angka rata-rata 30 hari sebesar 6 juta barel per hari. Harga minyak mentah Brent melonjak 5% menembus $100 per barel, menandai rekor tertinggi sejak awal Juni. Ancaman kelangkaan ini diperkuat oleh peringatan Goldman Sachs, yang memperkirakan harga Brent bisa melampaui $120 pada kuartal keempat jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut.

Efek Berantai ke Suku Bunga

Naiknya harga minyak membawa efek berantai ke pasar keuangan Amerika Serikat karena memicu kekhawatiran inflasi. Indeks S&P 500 turun 1,2% dan indeks Nasdaq turun 2,2% di hari yang sama. Pasar obligasi bereaksi searah, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun Amerika Serikat mencapai level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.

Industri Kripto Serap 34.000 Pekerja AS Kalahkan Sektor Kopi - Tapi Ada Sokongan $50 Juta Ripple di Balik Angka Ini📌 Baca JugaIndustri Kripto Serap 34.000 Pekerja AS Kalahkan Sektor Kopi - Tapi Ada Sokongan $50 Juta Ripple di Balik Angka Ini

Ketakutan inflasi energi membuat pasar merevisi ekspektasi kebijakan moneter. Peluang kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Fed pada bulan Juli naik ke kisaran 40%, melompat dari probabilitas 12% pada minggu sebelumnya. Bagi Bitcoin, kombinasi suku bunga tinggi dan biaya energi mahal adalah hambatan besar yang menyedot likuiditas pasar.

Batas Pertahanan Pembeli

Koreksi harga ini menambah panjang catatan pelemahan pasar. Analis Binance Research mencatat Bitcoin menutup paruh pertama tahun 2026 di angka $59.500, atau berada sekitar 53% di bawah harga rekor tertinggi $120.000 lebih yang tercetak pada Oktober 2025. Situasi ini membuat pelaku pasar bersikap defensif. Trader dengan nama samaran Exitpump memperingatkan bahwa reli bulan Juli akan segera berakhir dengan harga tertahan di area resistensi, dan ia menyarankan penutupan posisi beli.

Bagi analis Michaël van de Poppe, ada satu benteng teknikal yang kini jadi sorotan. Garis Simple Moving Average 21 minggu di level $64.073 menjadi kunci penting pertahanan harga. Jika pembeli mampu menembus resistensi terdekat, target angka $73.000 bisa terbuka. Namun untuk saat ini, grafik teknikal sepenuhnya disetir oleh keputusan militer dan lalu lintas kapal di Timur Tengah.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share